KETIK, PACITAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peternakan dan Kesehatan Hewan selama dua hari di Kecamatan Tulakan.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 17 November 2025 di Desa Ketro Harjo serta Selasa, 18 November 2025 di Desa Ngile, dan diikuti para petani peternak dari desa setempat.
Dalam kegiatan tersebut, para peternak mendapatkan edukasi mengenai manajemen pakan dan kesehatan hewan.
Materi manajemen pakan disampaikan oleh Agung Nugroho, A.Md.
Ia menguraikan pentingnya memilih pakan yang sesuai, mudah dicerna, serta berkandungan gizi seimbang agar dapat memenuhi kebutuhan ternak sesuai kondisi fisiologisnya.
Agung juga memaparkan perlunya pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan bahan pakan lokal.
"Peternak harus mampu mengolah bahan pakan potensial sehingga aman dikonsumsi dan memiliki nilai gizi yang optimal," paparnya.
Ia menilai hal tersebut penting karena biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam proses produksi, yakni mencapai 60–80 persen.
Sementara itu, materi kesehatan hewan diberikan oleh drh. Mahendra Setiya Hantoro dan drh. Pipit Setya Prabawani.
Keduanya menjabarkan ciri ternak sehat serta sejumlah penyakit yang kerap menyerang kambing dan sapi, seperti cacingan, kudis, diare, keracunan, dan kembung.
Mereka juga menguraikan langkah-langkah pencegahan melalui pemeliharaan kandang yang layak, pemberian pakan berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan rutin.
Setelah penyampaian materi, sesi tanya jawab berlangsung interaktif.
Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi dan berbagi pengalaman mengenai persoalan teknis yang mereka hadapi selama beternak.
Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi peternak di tingkat desa.
"Pemahaman yang baik tentang manajemen pakan dan kesehatan hewan dapat membantu peternak mengurangi risiko kerugian sekaligus meningkatkan hasil ternak," harapnya.
Ia berharap pendampingan teknis tersebut mampu mendorong terciptanya sistem pemeliharaan ternak yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Setelah mengikuti Bimtek, para peternak juga diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh serta membagikannya kepada peternak lain di lingkungan masing-masing.(*)
