KETIK, BATU – Keberadaan layanan transportasi Trans Jatim membuka peluang baru bagi Pasar Among Tani Kota Batu untuk berkembang sebagai destinasi kuliner sekaligus pusat produk UMKM yang menyasar wisatawan dari Malang dan sekitarnya.
Pemerintah Kota Batu (Pemkot Batu) menilai Pasar Among Tani memiliki potensi strategis untuk dikembangkan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan Trans Jatim sebagai sarana berkunjung ke Kota Batu.
Pasar yang diresmikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi kebutuhan pokok, tetapi juga berpeluang menjadi titik singgah wisata kuliner dan pusat oleh-oleh.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa pihaknya melihat langsung antusiasme pengunjung dari luar daerah yang datang ke Pasar Among Tani. Ia mencontohkan sejumlah rombongan warga asal Malang yang berkunjung ke pasar tersebut dengan tujuan mencoba layanan Trans Jatim sekaligus menikmati kuliner Kota Batu.
“Pasar Among Tani menjadi salah satu opsi yang bisa dikembangkan sebagai pusat kuliner. Saya pernah ke sana dan bertemu rombongan ibu-ibu dari Malang. Mereka datang bukan hanya ingin mencoba Trans Jatim, tetapi juga ingin menikmati kuliner di Kota Batu,” ujar Heli.
Menurutnya, peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang. Aktivitas usaha di Pasar Among Tani dinilai masih terbatas pada kuliner harian dan belum berkembang menjadi produk khas yang dapat dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan.
“Potensi ini seharusnya bisa ditangkap oleh pedagang Pasar Among Tani. Saat ini masih sebatas kuliner harian dan belum mengarah pada produk oleh-oleh yang bisa dibawa pulang wisatawan,” katanya.
Heli menegaskan, apabila Pasar Among Tani diarahkan menjadi pasar UMKM, maka dibutuhkan kesiapan pedagang untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan tren pengunjung. Penyesuaian tersebut dinilai penting agar pasar tetap relevan, kompetitif, dan mampu mendukung sektor pariwisata daerah.
“Kalau Pasar Among Tani dikembangkan menjadi pasar UMKM, tentu pedagangnya harus siap. Kondisi yang ada sekarang perlu disesuaikan dengan kebutuhan saat ini,” pungkasnya. (*)
