KETIK, SURABAYA – PT RPH Surabaya Perseroda terus memperkuat peran dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui unit RPH Unggas (RPH-U), perusahaan daerah ini telah menjalin kemitraan resmi dengan 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Direktur Niaga PT RPH Surabaya Perseroda, Megawati, mengatakan kepercayaan SPPG dari lintas daerah menunjukkan kesiapan RPH-U Surabaya dalam menjaga kualitas pasokan ayam yang halal dan higienis.
“Alhamdulillah sekarang ini sudah ada dua belas SPPG yang menjadi mitra resmi RPH. Bukan hanya Surabaya, tapi juga ada dari luar kota seperti Sidoarjo dan Menganti,” ujar Megawati.
Ia menegaskan, RPH-U Surabaya menerapkan prinsip layanan terbuka selama kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi secara operasional.
“Prinsipnya, kami melayani customer yang membutuhkan. Selama itu ada kebutuhannya, pasti akan kami layani,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan mitra dari berbagai daerah menjadi indikator bahwa standar operasional RPH Unggas Surabaya telah memenuhi kebutuhan program pemenuhan gizi dalam skala regional.
Adapun SPPG di Surabaya yang telah bermitra dengan RPH Unggas Surabaya meliputi SPPG Medokan Ayu, Kedung Baruk, Siwalan Kerto, Mojo, Bulak, Sarono Jiwo, Putat Lor, Siwalan Kerto, dan Sidotopo.
Sementara itu, dua SPPG di Sidoarjo yang menjadi mitra yakni SPPG Kartini dan SPPG Waru. Untuk wilayah Gresik, kemitraan terjalin dengan SPPG Menganti Domas 2.
“Untuk Sidoarjo ada dua, SPPG Kartini dan SPPG Waru. Sementara untuk Gresik ada SPPG Menganti Domas 2,” beber Megawati.
Bertambahnya jumlah mitra SPPG berdampak pada peningkatan kapasitas pemotongan dan pengolahan ayam harian. Megawati menjelaskan, keterlibatan RPH-U Surabaya dalam program MBG menuntut kesiapan produksi yang stabil dan berkelanjutan, sehingga penguatan pasokan ayam hidup serta tenaga kerja menjadi fokus utama.
RPH Unggas Surabaya merupakan satu-satunya fasilitas pemotongan ayam milik Pemerintah Kota Surabaya yang dikelola oleh BUMD PT RPH Surabaya Perseroda dan telah mengantongi sertifikat halal. Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan daging ayam yang halal, aman, dan higienis bagi masyarakat.
Fasilitas tersebut didukung oleh juru sembelih halal (Juleha), pengawasan dokter hewan, penggunaan peralatan modern, serta sistem pengolahan limbah (IPAL) untuk menjaga mutu produk sejak proses pemotongan hingga distribusi.
“Dengan sistem yang kami miliki, saya rasa customer—termasuk SPPG, tidak perlu ragu terhadap jaminan kualitas produk ayam dari RPH-U,” pungkas Megawati. (*)
