KETIK, PACITAN – Satu tahun berlalu sejak diluncurkannya pada, Senin, 6 Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya merata.
Hingga pertengahan Januari 2026, dua kecamatan yakni Bandar dan Nawangan masih belum menikmati program tersebut.
Koordinator Wilayah SPPG Pacitan, Listiana Asworo, menjelaskan bahwa belum berjalannya MBG di dua kecamatan tersebut bukan karena kendala teknis distribusi, melainkan karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih dalam tahap pembangunan.
“SPPG masih tahap pembangunan. Progresnya sudah sangat baik, jadi memang sedang dikebut,” kata Listiana saat dikonfirmasi Ketik.com, Rabu, 21 Januari 2026.
Secara keseluruhan, pelaksanaan MBG di Pacitan terus mengalami perkembangan. Hingga 19 Januari 2026, tercatat sebanyak 30 SPPG telah beroperasi dan melayani total 81.710 penerima manfaat (PM).
“Per 19 Januari ada 30 SPPG yang sudah operasional dengan jumlah total penerima manfaat 81.710,” ujarnya.
Dari 12 kecamatan yang ada di Pacitan, sebagian besar telah terlayani MBG. Untuk Kecamatan Tegalombo, SPPG sudah tersedia dan dinyatakan aktif, namun operasional penuh masih menunggu proses pencairan anggaran.
“Untuk Tegalombo sudah ada yang aktif, tinggal menunggu pencairan,” jelas Listiana.
Ia berharap, setelah pembangunan SPPG di Kecamatan Bandar dan Nawangan rampung, layanan MBG dapat segera dijalankan sehingga seluruh penerima manfaat di Pacitan bisa terlayani secara merata.
“Harapan kami semua penerima manfaat di Pacitan mendapatkan MBG dan program ini dapat berjalan lancar serta aman, sehingga visi program MBG bisa terwujud,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong percepatan operasional SPPG yang masih dalam tahap persiapan pembangunan.
Menurutnya, semakin banyak SPPG yang beroperasi, maka jumlah penerima manfaat MBG di Pacitan akan terus bertambah hingga akhir tahun.(*)
