Dua Bibit Siklon Kepung Selatan Jawa, Malang Raya Siaga Cuaca Ekstrem Hingga 10 Maret

5 Maret 2026 13:03 5 Mar 2026 13:03

Thumbnail Dua Bibit Siklon Kepung Selatan Jawa, Malang Raya Siaga Cuaca Ekstrem Hingga 10 Maret

Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul saat menunjukkan pergerakan bibit siklon tropis yang berada di selatan Pulau Jawa, Kamis, 5 Maret 2026 (Foto : Kukuh / Ketik.com).

KETIK, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang membeberkan penyebab terjadinya angin kencang dan hujan lebat yang melanda Jawa Timur khususnya wilayah Malang Raya.

Seperti diketahui, dampak dari potensi cuaca ekstrem itu menyebabkan sejumlah pohon tumbang di Kota Batu maupun Kota Malang pada Rabu, 4 Maret 2026 malam. Untuk Kota Batu, ada 31 pohon tumbang yang tersebar di beberapa titik dan di Kota Malang terjadi pohon tumbang di Jalan Muharto Gang 5, Kecamatan Kedungkandang. 

Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul, mengatakan, angin kencang dan hujan lebat tidak hanya terjadi di Jawa Timur. Melainkan juga merata di seluruh Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. 

"Untuk penyebabnya, karena ada dua bibit siklon tropis berada di selatan Pulau Jawa. Yaitu, bibit siklon 90 S mengarah ke timur dan bibit siklon 93 S mengarah ke barat," ujarnya kepada Ketik.com, Kamis, 5 Maret 2026.

Dengan adanya bibit siklon ini, menyebabkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat yang diprediksi bakal terjadi hingga 10 Maret 2026 mendatang. 

"Adanya bibit siklon ini pengaruhnya sangat besar terhadap kondisi cuaca. Yaitu, angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam dan hujan lebat yang tidak menentu waktunya, terkadang pagi hujan lalu reda kemudian hujan lagi sore sampai malam," ungkapnya.

Selain angin kencang dan hujan lebat, juga menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa hingga lebih dari 6 meter. Ia menyampaikan, cuaca ekstrem akibat bibit siklon tropis ini merupakan hal yang wajar saat puncak musim hujan. 

"Bibit siklon muncul karena pengaruh faktor tekanan rendah serta perubahan iklim dan biasa terjadi saat bulan Februari dan Maret, yaitu pada puncak musim hujan. Sedangkan dari prediksi kami, musim kemarau untuk wilayah Malang Raya baru terjadi pada awal bulan April atau pertengahan Mei," bebernya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap perubahan cuaca secara mendadak. Termasuk, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan dataran tinggi. 

"Kalau di dataran tinggi, hambatannya hampir tidak ada sehingga anginnya jauh lebih kencang. Sedangkan bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan untuk jangan berteduh di bawah pohon, jauhi baliho atau papan reklame yang berpotensi rawan roboh, hingga sebisa mungkin hindari melintas di ruas jalan yang memiliki banyak pohon," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

BMKG Karangploso Malang cuaca ekstrem Prakirawan BMKG Karangploso Malang Linda Fitrotul Angin kencang pohon tumbang bibit siklon