Dulu Berjaya, Kini Bambang Tidur di Atas Becak Listrik Menanti Penumpang di Stasiun Malang

4 Maret 2026 14:52 4 Mar 2026 14:52

Thumbnail Dulu Berjaya, Kini Bambang Tidur di Atas Becak Listrik Menanti Penumpang di Stasiun Malang

Tukang becak listrik di Kota Malang, Bambang saat ditemui oleh Ketik.com, Rabu, 4 Maret 2026. (Foto: Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Di bawah terik matahari siang dan ramainya lalu lalang kendaraan bermotor, Bambang, seorang pria berusia 57 tahun setia menunggu di atas becak listriknya. Setiap hari, ia mangkal di sekitar Stasiun Malang dengan harapan ada penumpang yang membutuhkan jasanya.

Pria asal Dampit ini menjadi saksi bagaimana roda kehidupan selalu berputar dan tak selalu manis. Becak listrik yang merupakan bantuan dari Presiden Prabowo juga belum mampu memikat banyak penumpang. 

Ia juga sengaja memilih tak selalu pulang ke rumahnya di Dampit dan becaknya pun dijadikan sebagai tempat bermalam sembari menanti hari esok dengan harapan yang tak kunjung pasti. 

"Mau pulang bagaimana, enggak ada uang. Kadang baru 3 hari dapat satu penumpang," ungkapnya saat ditemui Ketik.com pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Bambang mengaku telah menjadi pengayuh becak sejak tahun 1983. Sebelumnya, ia hanyalah seorang petani. 

"Dulu saat masih muda, kalau musim tanam yang nyangkul dan kalau ada waktu ya menarik becak," tambahnya.

Di era kejayaannya pada tahun 1994 - 1995, ia mampu membawa pulang Rp50 ribu dalam sehari. Angka yang tergolong besar saat itu untuk menghidupi keluarga dan mampu menyekolahkan anaknya hingga SMA. 

Namun, saat ini berbanding terbalik, penghasilannya juga tak menentu. Apabila beruntung, terkadang sehari bisa mendapat Rp20 ribu. 

Namun, hal itu tidak sebanding untuk ongkos perjalanan pulang ke rumah. Sehingga, ia terpaksa tidur di atas becak listriknya di pinggir jalan. 

Meski ia mendapat becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo, namun nyatanya tak ada perubahan berarti. Bahkan, ia harus membayar jasa menumpang ke warung untuk sekedar mencharge baterai becaknya. 

"Katanya becak listrik enak, ternyata sama saja. Penumpang juga tetap nggak ada," jujurnya. 

Ia tak menyangkal, bahwa kehidupanya lebih sering mengandalkan belas kasih dari orang lain. Jika tak ada uang, ia kadang berutang di warung untuk mengisi perutnya. 

"Kadang makan dikasih orang lewat. Tetapi kalau waktunya Jumat Berkah, kadang ada yang berbagi," jelasnya. 

Meski pendapatannya tidak menentu, tetapi ia tetap teguh menjalani kehidupan. Ia juga tetap semangat menarik becak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. 

"Dapat sedikit atau banyak tetap bersyukur. Sedikit ya disyukuri dan enggak dapat juga harus disyukuri. Yang penting masih diberikan kesehatan dan tidak sampai mencuri," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Becak Listrik Tukang becak listrik Kota Malang Presiden Prabowo