DPUPR Lebak Tangani Longsor di Pasirkuray-Cisitu

27 Desember 2025 16:51 27 Des 2025 16:51

Thumbnail DPUPR Lebak Tangani Longsor di Pasirkuray-Cisitu

DPUPR Lebak Tangani Longsor di Pasirkuray-Cisitu. (Foto: H. Dade Yan Apriyandi for Ketik.com)

KETIK, LEBAK – Dua kali longsor terjadi di ruas Jalan Pasirkuray-Cisitu (Cikidang) pada Jumat, 26 Desember 2025, membuat akses jalan terputus. Material tanah menutupi badan jalan pada STA 4+200 dan STA 6+100, sehingga kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa lewat.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, menjelaskan kondisi tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat dan roda dua. 

Menurutnya, setelah menerima laporan dari masyarakat, tim DPUPR Lebak langsung bergerak cepat. 

“Alhamdulillah, sekarang jalan tersebut sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua,” kata H. Dade Yan Apriyandi ketika dihubungi Ketik.com, Sabtu 27 Desember 2025. 

Namun, tidak lama setelah penanganan pertama, longsor kedua terjadi sekitar 50‑60 meter dari lokasi awal. “Sekarang sedang berlangsung menangani longsor yang kedua,” imbuh Dade. 

Ia menambahkan bahwa penyebab longsor adalah curah hujan tinggi serta tebing yang curam.

DPUPR Lebak menyatakan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lebak serta pihak terkait.

“Kami berkomitmen mengembalikan akses jalan secepat mungkin demi kelancaran mobilitas dan kebutuhan warga,” tegas Dade.

Sementara itu, warga setempat yang dikenal dengan panggilan Abah melaporkan bahwa longsor kembali terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025 sekitar pukul 05.30‑06.00 WIB. 

“Akses jalan tertutup dan tertimbun sepanjang hampir 100 meter, menimpa jalan beton,” katanya. 

Abah menegaskan bahwa longsor dipicu oleh penggalian pasir yang telah ia ingatkan sebelumnya. 

“Saya sudah mengingatkan dengan keras bahwa lokasi ini tidak boleh diambil batu maupun pasir karena berpotensi longsor. Hari ini terjadi longsor besar,” jelasnya.

Akibatnya, jalur utama menuju Cisitu tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua, kecuali lewat jalur alternatif Gunung Bongkok‑Tapos atau Babakan Nangka, dan itu pun hanya untuk motor. 

“Jalan ini merupakan satu‑satunya akses masuk ke wilayah Cisitu, yang dihuni sekitar 7.000 jiwa dari dua desa, Kujangsari dan Sidomulya. Jika tidak segera ditangani, aliran logistik ke wilayah tersebut dapat terhambat," pintanya.(*)

Tombol Google News

Tags:

DPUPR Lebak Tangani Longsor Pasirkuray-Cisitu H. Dade Yan Apriyandi ketik.com