KETIK, LEBAK – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Lebak di Alun-alun Rangkasbitung, Jumat pagi, 13 Februari 2026 disambut antusias masyarakat.
Sejumlah komoditas strategis bahkan habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan warga terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Berdasarkan laporan hasil penjualan panitia, minyak goreng dan telur ayam ras menjadi komoditas paling diminati. Minyak Goreng Kita yang dijual seharga Rp15.500 per liter dengan total stok 1.200 liter, ludes terjual.
Sementara itu, telur ayam ras yang dipasarkan Rp28.500 per kilogram juga habis terjual dari total stok 30 kilogram yang disediakan.
Untuk komoditas beras SPHP, panitia menyediakan 60 kemasan ukuran 5 kilogram atau setara 300 kilogram dengan harga Rp56.000 per kemasan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 kemasan (230 kilogram) berhasil terjual, menyisakan 14 kemasan.
Pada komoditas protein hewani lainnya, daging sapi beku yang dijual Rp105.000 per kilogram terjual sebanyak 19 kilogram dari total 30 kilogram yang disiapkan. Sedangkan daging kerbau beku seharga Rp110.000 per kilogram terjual 9 kilogram dari total stok 20 kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, menilai tingginya minat masyarakat menunjukkan program GPM sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga daya beli warga di tengah fluktuasi harga pangan.
Menurutnya, GPM tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi.
Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala di berbagai titik, agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (*)
