KETIK, SIDOARJO – Tragedi menimpa anak-anak kita lagi. Perbuatan durjana Kakek Min mengungkap betapa para buah hati yang kita sayangi sangat-sangat membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih. "Predator" cabul selalu mengincar mangsa.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo Iptu Utun Utami SH menyebutkan, peristiwa pelecehan, pencabulan, dan persetubuhan terhadap anak itu terbongkar pada Selasa (6 Januari 2026) lalu. Selasa malam itu, Kakek Min dipanggil ke Balai Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Lelaki 60 tahun tersebut diadukan beberapa orang.
Para orang tua itu gusar bukan main. Sebab, anak-anak mereka mengaku jadi korban lansia bernama Kakek Min. Tidak tanggung-tanggung ada 5 anak sekaligus yang menjadi korban keganasan sang "kakek cabul". Mereka masing-masing adik-kakak, adik-kakak, dan seorang lainnya.
Tiga bocah diraba-raba dan diciumi. Dua lainnya yang lebih kecil malah disetubuhi. Kakek Min melakukan perbuatan bejatnya di kandang bebek belakang rumahnya. Malam-malam. Sembunyi-sembunyi.
"Itu terjadi sejak 2020," kata Iptu Utun kepada Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori bersama anggota dan pimpinan komisi saat hearing di ruang rapat DPRD Sidoarjo pada Rabu (14 Januari 2026).
Mengapa begitu mudah Kakek Min melakukan aksi busuknya? Anak-anak itu terkena tipu daya. Saat mereka lewat di depan rumah si lansia predator, mereka diiming-imingi dibelikan ku ke warung kopi. Mereka lalu diajak ke kandang bebek. Di belakang rumah. Gelap.
Bocah-bocah itu takut. Ingin berontak. Namun, saat itulah, Kakek Min mengancam mereka. Matanya melotot. Sambil menyodorkan uang, dia mengancam,
"Jangan memberi tahu siapa pun!"
Dua, tiga, tahun berlalu. Seorang anak yang pernah dicabuli dan disetubuhi oleh Kakek Min beranjak remaja. Dia pun berani menolak bujuk rayu kakek bejat. Bahkan, dia mengaku kepada orang tua pernah jadi korban lansia keji tersebut.
Itulah awal terbongkarnya gunung es kelakuan cabul si kakek. Anak-anak yang tinggal bertetangga itu ditanyai orang tua mereka. Dengan kata-kata halus. Agar anak-anak tidak takut. Barulah tragedi kekerasan seksual terhadap anak-anak di Tulangan itu terbongkar. Desa Medalem gempar.
Kakek Min dipanggil perangkat desa setempat pada Selasa malam (6 Januari 2026). Mulanya sepi-sepi saja. Tapi, kabar begitu deras menyebar. Ayah korban tahu pemanggilan tersebut. Massa juga berdatangan. Mereka marah. Nyaris saja Kakek Min dihajar dan dihakimi massa jika polisi tidak segera tiba.
Menurut Iptu Utun, mulanya anak-anak korban kekerasan seksual itu hanya mengaku diraba-raba dan diciumi. Namun, saat ditanya dengan lebih persuasif, mereka ternyata telah disetubuhi.
"Semua korban kami visum. Setelah beristirahat, dilanjutkan dengan proses BAP (berita acara pemeriksaan).
Fakta itu diakui terus terang oleh tersangka pelaku saat diinterogasi penyidik polisi. Dia pun dijebloskan ke sel tahanan. Dari pelaku, juga muncul kabar bahwa masih ada seorang anak lagi yang jadi korban nafsu bejat si kakek. (*)
