KETIK, MALANG – Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang memberikan wajah baru bagi penataan ruang publik yang lebih modern. Salah satu transformasi mencolok ialah perubahan model air mancur konvensional menjadi dry fountain yang digadang-gadang sebagai ikon baru Alun-alun Merdeka.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa konsep dry fountain dipilih untuk memberikan fasilitas ruang terbuka yang lebih inklusif dan ramah anak.
"Sebelumnya kan air mancur dalam bentuk kolam, sekarang dalam bentuk taman, dry fountain," ujar Raymond, Rabu, 21 Januari 2026.
Air mancur dry fountain dilengkapi dengan lampu warna-warni yang terlihat lebih indah ketika sore dan malam hari. Tak seperti air mancur sebelumnya, nantinya anak-anak dapat bermain air dan berlarian di area tersebut.
Orang tua pun tak perlu khawatir sebab DLH Kota Malang memastikan keamanan fasilitas yang disediakan untuk masyarakat.
"Nanti air mancur itu bisa untuk anak-anak bermain atau lari-lari, dan dibuat safety supaya aman pada waktu bermain air mancur," lanjut Raymond.
Ketika anak-anak bermain di dry fountain, kecepatan maupun tekanan airnya pun dapat diatur dan disesuaikan. Selain itu, orang tua tak perlu khawatir ketika anak-anaknya bermain air, sebab Alun-alun Merdeka Kota Malang telah dilengkapi dengan kamar mandi beserta shower.
Raymond juga mengimbau agar masyarakat yang nentinya berkunjung ke Alun-alun Merdeka dapat ikut menjaga keamanan dan kebersihan, termasuk menahan diri untuk tidak merokok maupun membuang sampah sembarangan.
"Ini memang tempat bermain, tidak hanya untuk dewasa tetapi juga untuk anak-anak. Harapannya, pengunjung yang merokok diberikan tempat-tempat tertentu, terutama di tempat yang jauh, jadi tidak di halaman tengah Alun-alun Merdeka," tutupnya. (*)
