Ditutupi Batang Kayu, Jalan Sidomulyo-Plumbungan Pacitan Rusak Berat

15 Februari 2026 11:34 15 Feb 2026 11:34

Thumbnail Ditutupi Batang Kayu, Jalan Sidomulyo-Plumbungan Pacitan Rusak Berat

Kondisi jalan poros Sudimulyo-Plumbungan yang rusak dan diberi penanda kayu oleh warga, Minggu, 15 Februari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Pengendara yang melintas di jalan kabupaten poros Desa Sidomulyo-Plumbungan diminta ekstra waspada. 

Di tengah badan jalan, batang kayu dan pelepah kelapa ditancapkan agar pengendara, terutama sepeda motor, tidak terperosok.

Daun-daun kering dan kayu sengaja diletakkan mengelilingi titik rusak sebagai isyarat bahaya bagi siapa pun yang melintas.

Lubang tersebut tampak cukup lebar dan hampir menyatu dengan permukaan jalan karena tertutup air. 

Diketahui, jalur tersebut setiap harinya menjadi akses warga untuk beraktivitas, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga mobilitas antar desa.

Keluhan soal kerusakan jalan ini ramai diperbincangkan di media sosial usai diunggah akun Facebook Lahurinunung Nunung pada Minggu, 15 Februari 2026. 

Dalam unggahannya, ia menyampaikan protes kepada Bupati Pacitan terkait kondisi jalan yang dinilai tak kunjung diperbaiki.

“Nuwun sewu pak bupati ajeng tangklet kaitanipun kalian pembangunan jalan poros jalur kabupaten Pacitan. Niki kok ngantos rusak parah kinten-kinten nopo mboten wonten anggaran kangge perbaikan jalan gih. Selama panjenengan menjabat 2 periode niki dereng tersentuh jalur Sudimulyo-Plumbungan. Pangapunten pak bupati tolong diperhatikan kanthi serius,” tulisnya.

Unggahan tersebut langsung menuai ratusan respons. 

Warga lain ikut menyampaikan keluhan serupa dan berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah sebelum kerusakan jalan memicu kecelakaan.

Sementara itu, salah satu pelintas, Agus Setiawan, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku harus ekstra hati-hati setiap kali melintas di jalur itu.

“Nggih mas, jalan kabupaten arah Sodomulyo dusun Ngandhong ke desa Klesem, lubangnya cukup dalam dan tertutup air, jadi sering tidak kelihatan. Kalau tidak pelan-pelan bisa terperosok. Apalagi malam hari, sangat berbahaya,” ujar Agus, Minggu, 15 Februari 2026.

Menurutnya, kerusakan jalur tersebut telah rusak menahun. Oleh sebab itu, ia berharap segera ada perbaikan permanen dari pemerintah daerah.

“Harapannya ada solusi jangka panjang. Ya segera ada perbaikan sebelum terjadi kecelakaan,” tambahnya.

Hingga Minggu, 15 Februari 2026, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jalan poros Sudimulyo-Plumbungan tersebut.(*)

Tombol Google News

Tags:

Jalan rusak pacitan Sudimulyo Plumbungan INFRASTRUKTUR keluhan warga media sosial