KETIK, MALANG – Angin kencang menerjang Kota Malang dan berdampak pada aktivitas pedagang di Pasar Senggol Rampal. Pada Sabtu malam, 24 Januari 2026, sejumlah pedagang tetap terpaksa berjualan dengan memegangi tenda dagangan agar tidak roboh.
Selain itu, hembusan angin besar yang menyusul menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan serta potensi kerugian. Dalam hal ini, terpantau banyak pedagang yang kesulitan dengan kondisi ini.
Tepat di malam minggu ini, terpantau Pasar Senggol Rampal Malang ramai dikunjungi oleh pengunjung. Dari parkiran yang hampir full hingga stan-stan jajanan juga dipenuhi oleh pengunjung.
Namun, hembusan angin yang lumayan kencang membuat beberapa pedagang memilih untuk tutup lebih awal.
Salah satunya adalah Yolanda, pedagang tahu kocek yang merasa kesulitan untuk melayani pelanggan. Tak hanya harus memegangi tenda, tapi juga api kompor yang tidak stabil membuat tahu yang digoreng lama matang.
Selain itu, ketika ia melayani pelanggan, hembusan angin cukup besar menerjang hingga semua foam berhamburan.
Ia mengungkapkan bahwa butuh waktu sangat lama untuk membuat satu pesanan, terlebih satu tendanya sudah roboh diterjang angin.
"Harus dipegangi tendanya, tadi sudah habis tenda satu, susah kalau anginnya besar gini, gorengnya jadi lama, kena angin," ungkap Yolanda.
Ia memutuskan untuk tutup lebih awal dikarenakan semakin malam hembusan angin semakin kencang dan tidak kondusif. Tak hanya itu, beberapa pedagang lainnya juga memutuskan untuk melepaskan atap tenda agar lebih aman.(*)
