KETIK, MALANG – Persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dipastikan semakin ketat.
Bagi siswa SMA maupun SMK yang nilainya bersaing tipis dengan peserta dari sekolah lain, ada satu faktor yang bisa jadi pembeda signifikan: sertifikat prestasi dan portofolio.
Bukan sekadar formalitas, dokumen ini bisa menjadi “penambah bobot” saat proses seleksi berlangsung. Namun perlu diingat, tidak semua sertifikat otomatis membantu peluang lolos. Ada standar dan pertimbangan khusus yang membuat sebuah sertifikat dinilai lebih unggul dibanding yang lain.
Mengutip laman resmi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu, 14 Februari 2026, terdapat sejumlah sertifikat prestasi yang diakui memiliki poin plus besar di SNBP 2026.
Mengingat pendaftaran SNBP 2026 masih dibuka hingga 18 Februari, siswa perlu jeli memilih dokumen terbaik yang akan diunggah.
1. Olimpiade Sains Nasional (OSN/KSN)
Sertifikat juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional memiliki bobot sangat tinggi. Terutama bagi siswa yang membidik jurusan saintek seperti MIPA, Kedokteran, maupun Teknik.
Medali emas, perak, atau perunggu tentu menjadi nilai tambah paling kuat. Bahkan, sertifikat finalis nasional pun kerap dinilai lebih tinggi dibanding juara tingkat kecamatan. Artinya, level kompetisi sangat berpengaruh terhadap penilaian.
2. O2SN dan FLS2N
Bagi siswa yang ingin masuk Fakultas Ilmu Keolahragaan atau jurusan seni, sertifikat O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) dan FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) menjadi aset penting.
Tingkat provinsi dan nasional adalah yang paling direkomendasikan. Prestasi di bidang olahraga maupun seni menunjukkan bakat nyata di luar akademik, yang relevan dengan program studi tujuan.
3. Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI/KOPSI)
Sertifikat juara lomba penelitian seperti KOPSI (Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia) juga memiliki nilai strategis. Dokumen ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis, analisis, serta riset yang kuat.
Prestasi ini akan sangat membantu jika mendaftar di jurusan yang berbasis riset seperti Psikologi, Sosiologi, atau Sains Murni. Linieritas antara sertifikat dan program studi menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
4. Sertifikat Kepemimpinan
Pengalaman organisasi juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Surat keterangan atau sertifikat pernah menjabat sebagai Ketua OSIS, Ketua MPK, atau Pradana Pramuka diakui sebagai bukti kemampuan leadership.
Beberapa PTN, termasuk Unnes yang memiliki jalur prestasi kepemimpinan, sangat menghargai karakter pemimpin. Dokumen ini wajib ditandatangani resmi oleh kepala sekolah agar dinilai valid.
5. Sertifikat Keagamaan (Hafidz Al-Qur’an)
Sertifikat Tahfidz Al-Qur’an, dengan minimal jumlah juz tertentu (umumnya 10–30 juz), juga memiliki nilai khusus di banyak PTN, termasuk Unnes. Pastikan sertifikat diterbitkan oleh lembaga yang kredibel agar dapat diverifikasi.
Perhatikan Linieritas dan Tingkatan
Selain jenis prestasi, relevansi dengan program studi menjadi kunci. Sertifikat juara Matematika tentu sangat membantu jika memilih prodi Matematika atau Teknik. Namun jika digunakan untuk mendaftar Sastra Inggris, relevansinya menjadi lemah.
Tingkatan lomba juga menentukan bobot penilaian. Secara umum, urutan prioritasnya dimulai dari tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional. Sertifikat tingkat sekolah biasanya tidak diperhitungkan.
Kategori juara pun berpengaruh. Juara 1, 2, atau 3 jauh lebih bernilai dibanding sekadar peserta atau finalis tanpa gelar juara.
Cara Mengunggah Sertifikat di SNBP 2026
Bagi siswa yang telah memiliki sertifikat relevan, ada beberapa langkah penting yang harus diperhatikan:
- Scan dokumen dengan jelas dalam format JPG atau PDF.
- Unggah maksimal tiga sertifikat terbaik pada kolom prestasi di portal SNBP.
- Finalisasi dan kunci data sebelum batas waktu 18 Februari 2026.
Ketelitian dalam memilih dan mengunggah dokumen menjadi faktor krusial. Sebab dalam persaingan yang ketat, satu sertifikat bisa menjadi pembeda antara diterima atau tidaknya seorang siswa.
Dengan strategi yang tepat dan pemilihan sertifikat yang relevan, peluang lolos SNBP 2026 tentu semakin terbuka lebar. Kini saatnya siswa eligible memaksimalkan setiap prestasi yang dimiliki sebelum pendaftaran resmi ditutup. (*)
