KETIK, MALANG – Jajaran Fraksi PKS DPRD Kota Malang melakukan silaturrahmi kepada Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Widodo. Dari pertemuan yang dilakukan di Ruang Rektor UB, Fraksi PKS membawa pulang beberapa masukan terkait pengembangan tata Kota Malang.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono menjelaskan salah satu poin yang menjadi perhatian ialah peningkatan kualitas fasilitas publik. Sang rektor menyarankan agar pemerintah dapat fokus pada pembangunan trotoar yang lebih ramah pejalan kaki.
"Dalam pembangunan infrastruktur Kota Malang, yang perlu mendapat perhatian itu terkait dengan fasilitas pedestrian. Beliau memberikan masukan seharusnya pemerintah bisa fokus membuat trotoar yang nyaman buat pejalan kaki," ujarnya, Selasa 6 Januari 2026.
DPRD Kota Malang sendiri telah beberapa kali membahas pentingnya penataan pedestrian. Terlebih Kota Malang menjadi salah satu jujugan masyarakat untuk berwisata maupun menuntut ilmu dengan banyaknya perguruan tinggi. Dengan demikian dibutuhkan fasilitas umum yang memadai dan nyaman.
"Tentu ini jadi bahan masukan, mengingat beliau pun berharap Kota Malang bisa menjadi kota yang nyaman dan indah. Ramah terhadap penggunanya, terutama akses-akses transportasi ataupun akses publiknya," lanjutnya.
Selain itu, UB juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi kreatif. Kehadiran Malang Creative Center (MCC) harus dilengkapi dengan fasilitas penunjang agar ekosistem kreatif di Kota Malang dapat semakin maksimal.
"Memang secara akses masih agak sulit karena lokasi MCC rawan macet. Tapi bagaimanapun beliau menyambut baik agar nantinya ada kerja sama di dalam pengembangan MCC sebagai pusat inkubasi ekonomi kreatif," kata anggota dari Fraksi PKS itu.
Menurut Trio, dunia kampus telah memberikan sumbangsih besar tak hanya di bidang inovasi namun juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Malang. Perguruan tinggi dan Pemerintah Kota Malang dapat memaksimalkan kolaborasi dengan menghidupkan kembalo Forum Rektor.
"UB mempunyai sarana pendukung yang bisa dimanfaatkan oleh Kota Malang. Contohnya mobil skylift untuk perempesan pohon. Seperti ini mungkin belum terkomunikasikan karena tidak ada pertemuan rutin. Bisa dihidupkan kembali Forum Rektor," ujar Trio.
Buah dari pertemuan bersama Rektor UB tersebut akan diteruskan sebagai bahan masukan untuk Pemkot Malang. Sumbangsih yang nyata dan berkelanjutan, sangat dibutuhkan bagi perkembangan Kota Malang.
"Kita akan teruskan ke Pak Wali Kota Malang agar Forum Rektor bisa dihidupkan kembali. Sehingga bisa memberikan kontribusi dan sumbangsih dari kampus untuk pembangunan Kota Malang," tandasnya.(*)
