KH Moh Zuhri Zaini: Salat Witir Salah Satu Cermin Kesempurnaan Ibadah Seorang Muslim

26 Februari 2026 12:40 26 Feb 2026 12:40

Thumbnail KH Moh Zuhri Zaini: Salat Witir Salah Satu Cermin Kesempurnaan Ibadah Seorang Muslim

KH. Moh. Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo (Foto: Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menekankan pentingnya bagi setiap umat Islam untuk menjaga rutinitas salat witir. Beliau menegaskan bahwa salat witir bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan bentuk ketaatan yang sangat dianjurkan untuk menyempurnakan keislaman seseorang.

Dalam penjelasannya, Kyai Zuhri mengutip hadis Nabi SAW yang menyatakan bahwa Allah SWT itu ganjil (Esa) dan menyukai sesuatu yang ganjil. Oleh karena itu, shalat witir yang berjumlah rakaat ganjil menjadi istimewa di mata Allah.

Beliau mematahkan anggapan bahwa witir hanya identik dengan bulan suci Ramadan. Merujuk pada penuturan Siti Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW senantiasa melaksanakan shalat 11 rakaat, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadan.

"Orang yang meninggalkan shalat witir maka Islamnya tidak sempurna. Pernyataan ini menunjukkan betapa kuatnya anjuran ibadah ini dalam kehidupan sehari-hari," tutur beliau.

Meskipun satu rakaat sudah dianggap sah secara hukum fiqh, Kyai Zuhri menyarankan agar umat Islam melaksanakannya minimal tiga rakaat untuk mencapai kesempurnaan. Beliau merinci urutan surat pendek yang disunnahkan untuk dibaca pada tiga rakaat tersebut: Rakaat Pertama: Setelah Al-Fatihah membaca surat Al-A’la., Rakaat Kedua: Membaca surat Al-Kafirun, Rakaat Ketiga: Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Terkait waktu pelaksanaan, Kyai Zuhri memberikan panduan praktis berdasarkan kebiasaan masing-masing individu: pertama; Bagi yang Terbiasa Bangun Malam: Kedua; Shalat witir paling utama (afdhol) dilaksanakan di akhir malam sebagai penutup rangkaian shalat tahajjud. Ketiga; Bagi yang Khawatir Tidak Bangun.

Disarankan untuk melaksanakan witir sebelum tidur sebagai langkah ikhtiar agar tidak kehilangan keutamaannya.

Beliau mengingatkan bahwa meskipun ada shalat sunnah mutlak yang tidak dibatasi jumlah rakaatnya, shalat witir memiliki kedudukan khusus yang harus dijaga konsistensinya oleh mereka yang mengaku sebagai "Ahli Al-Qur'an". (*)

Tombol Google News

Tags:

Kiai Zuhri Zaini Sholat Witir muslim salat witir Ramadan