Dari Politik ke FPTI Kota Probolinggo, Gus Nur Targetkan Lebih Banyak Atlet Tembus Nasional

15 Februari 2026 16:43 15 Feb 2026 16:43

Thumbnail Dari Politik ke FPTI Kota Probolinggo, Gus Nur Targetkan Lebih Banyak Atlet Tembus Nasional

Momen Musyawarah Kota FPTI 2026, pengurus dan para atlet muda berfoto bersama usai penyerahan penghargaan motivasi juara. Kebersamaan ini menjadi simbol komitmen untuk terus mencetak atlet berprestasi, dari tingkat provinsi hingga nasional. (Foto: Eko Hardianto/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Olahraga panjat tebing di Kota Probolinggo terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa tahun terakhir, atlet-atlet muda dari kota berjuluk Bayuangga ini mampu bersaing di level provinsi hingga nasional. 

Mereka membawa pulang banyak medali dan mengharumkan nama daerah. Prestasi ini menjadi bukti pembinaan dilakukan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo, berjalan baik dan konsisten. 

Data yang dihimpun Ketik.com menyebutkan, pada ajang Panjat Tebing Jawa Timur, tahun 2025, atlet Kota Probolinggo sukses mengoleksi total 18 medali. Rinciannya, tiga emas, tujuh perak, dan delapan perunggu.

Capaian ini tergolong membanggakan mengingat persaingan di Jawa Timur dikenal sangat ketat.

Sejumlah nama pun mencuri perhatian. Bomantara Bintang Prayuda meraih emas di nomor Boulder Junior Putra. Aditya Maulana Ibrahim tampil impresif di nomor Speed WR Youth dan membawa pulang medali. Sementara Nayra Zeba Ramadhani juga menunjukkan performa gemilang di nomor Speed WR Youth Putri.

Kemudian Cinta Dwi Maharani, ikut menyumbang medali di nomor speed dan lead. Selain itu, ada Hafizh, Dean, Galang, Damian, dan Renata. Mereka juga turut memperkuat perolehan medali bagi Kota Probolinggo.

“Cinta, memang mempunyai potensi. Grafik penampilannya terus meningkat. Ia salah satu atlet panjat tebing andalan Kota Probolinggo,” kata Iwan Rosyidi, Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo, kepada wartawan. 

Masih kata dia, dalam panjat tebing, umumnya diperlombakan speed, lead, dan boulder. Nomor speed, mengutamakan kecepatan memanjat dinding dengan jalur standar. Nomor lead, ketahanan dan teknik dalam memanjat setinggi mungkin dengan satu kali kesempatan.

“Sedangkan boulder, menguji teknik dan kekuatan pada jalur pendek tanpa tali pengaman utama, dengan ketinggian lebih rendah tetapi rute lebih sulit,” tutup Iwan. 

Saat ini, kepemimpinan FPTI Kota Probolinggo, berada di tangan Nur Fathur Rachman Efendi. Ia dipercaya sebagai Ketua FPTI Kota Probolinggo, sejak Sabtu, 14 Februari 2026 lalu. Pria yang akrab disapa Gus Nur itu bakal melanjutkan pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet. 

Dijumpai Ketik.com Minggu, 15 Februari 2026, dia menyatakan, prestasi atlet Kota Probolinggo juga diraih di tingkat nasional. Pada Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur tahun 2025 di Tangerang, beberapa atlet Kota Probolinggo kembali menorehkan hasil membanggakan. 

Di ajang itu, kata Gus Nur, Cinta Dwi Maharani, meraih medali perak di nomor Speed WR Youth A Putri. Selanjutnya Nayra Zeba Ramadhani, mendapatkan perunggu di nomor yang sama. Aditya Maulana Ibrahim, juga meraih medali perunggu di Speed WR Youth A Putra.

Sedangkan Bomantara Bintang Prayuda, bahkan berhasil meraih emas di nomor Boulder Junior Putra.

“Capaian ini menunjukkan atlet dari Probolinggo, mampu bersaing dengan atlet dari berbagai provinsi besar di Indonesia,” ujar Gus Nur. 

Saat ini, Gus Nur fokus memperkuat pembinaan atlet remaja. Menurutnya, proses regenerasi harus berjalan optimal. Atlet-atlet usia dini pun mulai bermunculan dan menunjukkan potensi yang menjanjikan.

“Salah satu contohnya Muhammad Febriansyah Irawan. Anak ini meraih medali perunggu di nomor Speed WR kategori Kid pada Kejuaraan Provinsi Kelompok Umur Jawa Timur,” katanya.

Gus Nur menilai, tradisi panjat tebing di Kota Probolinggo tidak lahir secara tiba-tiba. Selama beberapa tahun terakhir, pembinaan dilakukan secara bertahap. Latihan rutin digelar, keikutsertaan dalam lomba terus didorong, dan semangat kompetisi ditanamkan sejak dini. 

Sekedar diketahui, FPTI Kota Probolinggo mendapuk Nur Fathur Rachman Efendi sebagai ketua karena sejumlah pertimbangan. Selain dikenal aktif di berbagai organisasi dan memiliki pengalaman panjang soal kepemimpinan, dia juga disebut-sebut sebagai think tank, Wali Kota Probolinggo. 

Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, kepada Ketik.com mengatakan bahwa Ketua Umum FPTI Kota Probolinggo, Nur Fathur Rachman, merupakan pimpinan tertinggi organisasi. Ia bertanggung jawab atas arah kebijakan, visi besar, serta keputusan strategis organisasi.

“Ketua Umum biasanya menjadi wajah utama organisasi, mewakili dalam forum resmi, dan mengambil keputusan penting,” terang Zulfikar Imawan.

Nur Fathur Rachman Efendi memiliki latar belakang keluarga yang beragam. Ayahnya berasal dari Mojokerto dan ibunya berasal dari Bandung. Ia lahir di Lampung, dibesarkan di Palembang. Kemudian tumbuh serta berkembang di Kota Bayuangga, Probolinggo. 

Pada 2014 ia bergabung dengan Partai Gerindra, dan menjabat sebagai Ketua Bapilu. Pada Pemilu 2019 ia menjadi kader sekaligus Ketua Partai Berkarya.

Pada Pemilu 2024 ia sempat menjadi kader PDIP, lalu kembali ke Partai Gerindra dan menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Probolinggo, hingga sekarang. 

Di bidang organisasi sosial, ia juga aktif dan memegang sejumlah jabatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ormas LMP Laskar Merah Putih, Ketua FKDM Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, dan Sekretaris APKLI. 

Keterlibatannya di banyak organisasi menunjukkan kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang kuat. (*)

Tombol Google News

Tags:

FPTI Kota Probolinggo Panjat Tebing Probolinggo Atlet Probolinggo Musyawarah Kota FPTI 2026 Gus Nur Prestasi Atlet Kejurprov Jatim Kejurnas Panjat Tebing KONI Probolinggo Kota Bayuangga