Resmi Jadi Kapolresta Malang Kota, Ini Profil Kombes Putu Kholis dan Janji Moralnya bagi Korban Kanjuruhan

15 Februari 2026 17:16 15 Feb 2026 17:16

Thumbnail Resmi Jadi Kapolresta Malang Kota, Ini Profil Kombes Putu Kholis dan Janji Moralnya bagi Korban Kanjuruhan

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan jajaran PJU Polresta Malang Kota saat melaksanakan ziarah ke makam korban Tragedi Kanjuruhan pada Kamis, 12 Februari 2026. (Foto : Humas Polresta Malang Kota)

KETIK, MALANG – Jabatan Kapolresta Malang Kota kini resmi dijabat Kombes Pol Putu Kholis Aryana. Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Kombes Pol Nanang Haryono. Mutasi jabatan dilakukan berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/2781B/VII/KEP./2025.

Sebelum menjadi Kapolresta Malang Kota, Kombes Putu Kholis menduduki jabatan sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya. 

Dirangkum dari berbagai sumber, Kombes Putu Kholis Aryana lahir di Yogyakarta pada 9 Februari 1984 dan lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2004. Ia juga pernah mendapat amanat sebagai Kapolres Malang menggantikan AKBP Ferli Hidayat usai peristiwa Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 silam. 

Sebelum berkiprah di Malang, Putu Kholis pernah menjabat sebagai Kapolres Tanjung Priok dan pernah menjabat sebagai ajudan Wakapolri di tahun 2011. Jauh sebelum itu, ia juga pernah menjabat Kapolsek Jiwan, Kabupaten Madiun.

Namun, jabatan tersebut hanya diemban sebentar. Pasalnya, ia mendapat kabar bahwa telah lulus mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). 

Usai lulus dari PTIK, pada tahun 2016 Putu Kholis menjadi Kasat Narkoba di Polresta Depok. Lalu setahun setelahnya, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polresta Depok. 

Tak butuh waktu lama, perjalanan Putu Kholis kian melejit dan di tahun 2019, ia berhasil naik jabatan dan menjabat di Bareskrim Polri sebagai Kanit III Subdit III Dittipidum.

Dalam kiprahnya di Bareskrim Polri, Putu Kholis pernah terlibat dalam pengungkapan kasus besar. Yaitu, menangkap buronan korupsi Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020.

Kala itu, Putu Kholis masuk dalan Tim Khusus Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Komisaris Jenderal (saat ini Jenderal) Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan penangkapan terhadap buron Djoko Tjandra di Malaysia.

Keberhasilan Putu Kholis menangkap buron kelas kakap itu, mengantarkan dirinya ke jabatan Kapolres Tanjung Priok pada 2021. Kemudian, pada Oktober  2022, Putu Kholis dimutasi ke Polres Malang untuk menggantikan AKBP Ferli Hidayat hingga akhir 2024. 

Selanjutnya, ia melanjutkan karir dengan menjabat sebagai Wadireskrimum Polda Metro Jaya. Kemudian di awal 2026, ia kembali ke Malang dan menjabat sebagai Kapolresta Malang Kota. 

Selain mengemban tugas pokok dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Malang, Kombes Putu Kholis Aryana juga dikenal dalam kiprahnya melakukan pendampingan kepada para penyintas Tragedi Kanjuruhan. 

Ia secara rutin memberikan bantuan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan berupa peralatan UMKM dan permodalan usaha. Hal itu untuk membantu kemandirian ekonomi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Selain itu, ia juga intens memberikan dukungan moral kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Kombes Putu Kholis bersama jajaran Pejabat Utama Polresta Malang Kota dan Polsek jajaran melaksanakan ziarah serentak ke 31 makam korban Tragedi Kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang pada Kamis, 12 Februari 2026 lalu. 

Kombes Putu Kholis menegaskan, komitmen untuk terus mendampingi penyintas dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan akan terus dilakukannya. Sebab, hal itu menjadi janji moral bagi dirinya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa Polresta Malang Kota menjadi rumah atau tempat naungan bagi penyintas maupun keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Di sisi lain, kepeduliannya tersebut juga menjadi bagian dari 4 poin yang menjadi fokus utama kepemimpinan.

"Selama bertugas di Polres Malang, saya sudah membersamai dan mendampingi dulur-dulur penyintas dan nawak-nawak Aremania yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan. Maka, sudah menjadi kewajiban saya melanjutkan selama bertugas di Polresta Malang Kota," ungkapnya setelah resmi menjabat dan tiba di Polresta Malang Kota pada Rabu, 14 Januari 2026. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kombes Putu Kholis Aryana Polresta Malang Kota Tragedi Kanjuruhan