Dari PAKUMIS Jadi Kampung Iklim, Transformasi RW 03 Kotalama Malang Raih Penghargaan Proklim Utama

22 Januari 2026 14:23 22 Jan 2026 14:23

Thumbnail Dari PAKUMIS Jadi Kampung Iklim, Transformasi RW 03 Kotalama Malang Raih Penghargaan Proklim Utama

Asri dan hijau lingkungan RW 03 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang meraih penghargaan Proklim kategori utama nasional tahun 2025. (Foto: RW 03 Kelurahan Kotalama)

KETIK, MALANG – RW 03 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, berhasil mematahkan stigma negatif. Wilayah yang dulunya dijuluki PAKUMIS (Padat, Kumuh, dan Miskin) ini kini resmi menyabet penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Kategori Utama tingkat nasional.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen warga dalam menjaga ekosistem melalui pengelolaan sampah, inovasi pelestarian alam, serta aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis partisipasi masyarakat.

Capaian ini tidak datang instan. RW 03 Kotalama mengawali langkah melalui berbagai kompetisi lingkungan. Setelah sempat masuk 20 besar Lomba Kampung Bersinar, mereka berhasil melesat menjadi Juara 1 pada tahun 2024.

"Penghargaan Proklim ini bukan akhir, melainkan awal perjuangan. Kami selalu menekankan pentingnya kebersihan kepada warga, baik melalui grup media sosial maupun instruksi langsung ke pengurus RT," ujar Iwan Subagyo, Ketua RW 03 Kelurahan Kotalama, kepada ketik.com, Rabu, 21 Januari 2026.

Foto Iwan Subagyo, Ketua RW 03 Kelurahan Kotalama, Kota Malang, bersama sertifikat Proklim kategori utama tahun 2025. (Foto: Nurul Aliyah/ketik.com)Iwan Subagyo, Ketua RW 03 Kelurahan Kotalama, Kota Malang, bersama sertifikat Proklim kategori utama tahun 2025. (Foto: Nurul Aliyah/ketik.com)

Dalam upayanya menggerakkan warga, Iwan selalu memacu setiap RT untuk menciptakan perubahan minimal 10 persen setiap tahun. Baginya, keberhasilan bukan diukur dari satu titik saja, melainkan dari keseragaman seluruh wilayah dalam mewujudkan lingkungan yang hijau dan asri secara total.

"Jadi tidak boleh ada yang hijau dan ada wilayah yang tidak hijau, kalau hijau ya hijau semua," imbuhnya.

Di bawah pendampingan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, pemukiman padat ini bertransformasi layaknya suasana pedesaan yang asri. Berbagai kriteria ketat Proklim 2025 dipenuhi selama berbulan-bulan.

Mulai dari kerja bakti mingguan dan penanaman ratusan bibit pohon. Pengolahan kompos, pemilahan plastik di bank sampah, hingga pembuatan Eco-Enzyme dari kulit buah.

Selain itu, pemanfaatan panel surya (cahaya matahari) untuk kelistrikan warga dan pemanenan air hujan. Penciptaan produk ramah lingkungan seperti kain ecoprint yang diolah menjadi tas dan sepatu bernilai ekonomi tinggi.

Foto Penciptaan produk ramah lingkungan kain ecoprint. (Foto: RW 03 Kelurahan Kotalama)Penciptaan produk ramah lingkungan kain ecoprint. (Foto: RW 03 Kelurahan Kotalama)

Partisipasi aktif warga menjadi kunci penilaian tertinggi dalam Proklim. Iwan menekankan bahwa membangun infrastruktur hijau jauh lebih mudah daripada menjaga konsistensi warga.

"Kalau masyarakat cuek ya tidak mungkin bisa terus seperti ini, berapa tahun pasti akan rusak," jelas Iwan Subagyo.

Selaku Ketua RW 03 Kotalama, Iwan Subagyo menaruh harapan besar agar warga konsisten melestarikan lingkungan yang telah dirawat selama puluhan tahun tersebut.

"Saya berharap warga terus menjaga lingkungan dan menciptakan perubahan minimal 10 persen setiap tahun di masing-masing RT. Kita harus terus berinovasi mengikuti zaman, termasuk memanfaatkan limbah menjadi barang bernilai artistik. Intinya, jangan pernah bosan meningkatkan kebersihan," pesan Iwan.

Ia juga berharap keberhasilan RW 03 bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain di sekitarnya. 

"Semoga kampung-kampung lain bisa mengikuti jejak kami untuk meraih penghargaan Proklim, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

RW 03 Kelurahan Kotalama Kelurahan Kotalama Program Kampung Iklim Proklim Kota Malang Malang