KETIK, JAKARTA – BNPB mencatat bencana hidrometeorologi basah, khususnya cuaca ekstrem dan angin kencang, masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia dalam periode 21–22 Januari 2026.
Di Kabupaten Pandeglang, Banten, hujan deras disertai angin kencang memicu tanah longsor di sembilan kecamatan dan berdampak pada 16 KK atau 64 jiwa, dengan total 16 rumah rusak dari kategori ringan hingga berat.
Pemerintah Provinsi Banten saat ini masih menetapkan status siaga darurat hidrometeorologi hingga Maret 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menyebabkan 20 KK dan 20 rumah terdampak di empat kecamatan.
Selain itu, kejadian angin kencang di wilayah Karangpandan berdampak pada 40 KK, merusak 40 rumah dan 20 kios. Kondisi di Karanganyar dilaporkan sudah kondusif dan terkendali.
Di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, angin kencang merusak 12 rumah dan berdampak pada 12 warga. Hingga Rabu 21 Januari 2026, penanganan masih terus dilakukan oleh BPBD setempat.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat prakiraan cuaca tiga hari ke depan menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, termasuk Sumatra Selatan, DIY, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai petir dan angin kencang, serta memahami langkah evakuasi mandiri jika terjadi kondisi darurat.(*)
