KETIK, SIDOARJO – Komitmen Bupati Sidoarjo Subandi kepada Nahdlatul Ulama semakin nyata. Tidak hanya dukungan anggaran bagi organisasi PC NU Sidoarjo, Bupati Subandi juga memudahkan lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan PC NU Sidoarjo dalam mengurus perizinan.
”Saya sudah memerintahkan Saudara staf ahli kita, Pak Khudori, untuk membentuk Satgas Percepatan Perizinan Pendidikan dan Pesantren,” kata Bupati Subandi saat menghadiri apel kader NU Sidoarjo untuk memperingati Harlah Ke-100 NU di kompleks makam KH Anas Al Ayyubi pada Minggu (15 Februari 2026).
Kawasan itu merupakan bekas wilayah Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Porong, yang telah terdampak semburan Lumpur Lapindo. Apel tersebut dihadiri ribuan kader Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, hingga IPNU-IPPNU. Rais Syuriah PC NU Sidoarjo KH Abdussalam Mujib terlihat hadir.
Bupati Subandi menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam mendukung kemajuan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PC NU Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan dukungan anggaran bagi PC NU Sidoarjo. Tahun ini kurang lebih Rp 21 miliar.
NU merupakan garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. Oleh karena itu NU harus tetap kokoh berdiri. Harmonisasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan PC NU Sidoarjo penting untuk terus dibangunnya.
”Kita bangga punya NU Sidoarjo. Saya sebagai pimpinan daerah akan terus memberikan support dan dukungan, terutama membangun harmonisasi antara NU dan pemerintah,” tambah Bupati Subandi.
Bupati Subandi dan kader-kader badan otonom PC NU Sidoarjo bersama setelah apel kader NU. (Foto: Sigit/Kominfo)
Pemkab Sidoarjo juga akan mensupport lembaga pendidikan di bawah naungan NU. Penerbitan izin lembaga pendidikan maupun pesantren NU akan dibantu. Bahkan, Pemkab Sidoarjo akan membebaskan BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) dalam perizinan pendirian lembaga sekolah atau pesantren.
”Kalau nanti ada kesulitan tidak bisa membayar BPHTB-nya, kita bebaskan demi pendidikan NU,” tegas Bupati Subandi.
Bupati Subandi berharap kader-kader PC NU Kabupaten Sidoarjo tetap solid dan kompak untuk menyongsoong kemajuan. Perkembangan dan kemajuan NU Sidoarjo luar biasa. Kekompakannya mengalahkan kekompakan kader NU kabupaten lain.
”Kader NU harus kompak, tidak boleh terpecah-pecah. Kalau semua solid, saya yakin apa yang disampaikan para kiai untuk mengajak bersama menjadikan Kabupaten Sidoarjo semakin baik akan terus terwujud,” katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PC NU Sidoarjo, para kader, dan masyarakat yang terus menjaga semangat kebersamaan persatuan dan pengabdian.
Dalam kesempatan itu Bupati Subandi juga menyampaikan, Harlah Ke-100 NU Tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen berkhidmah kepada agama, bangsa dan negara. Mujahadah yang dilakukan hari itu merupakan bentuk syukur sekaligus napak tilas perjuangan para pendiri NU.
Apel ribuan kader PC NU Sidoarjo juga menjadikan simbol kesetiaan dalam menjaga ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah serta mempertahankan keutuhan NKRI. Bupati Subandi mengajak para kader untuk menjadikan Harlah Satu Abad NU ini sebagai titik tolak untuk semakin memperkuat dan memperkokoh persaudaraan serta memperluas pengabdian.
Bupati Subandi juga berharap kegiatan kali ini dapat dijadikan sebagai sarana konsolidasi serta penguat barisan dan kader NU. Kader NU hari ini dituntut untuk semakin disiplin, siap, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
NU hadir sebagai penggerak peradaban dan penjaga moral bangsa serta pelindung masyarakat dari berbagai ancaman ideologi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan. (*)
