KETIK, ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menerima langsung kedatangan puluhan masyarakat dari Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, dan Desa Cingkam, kecamatan Gunung Meriah, Senin, 9 Maret 2026.
Mereka mempertanyakan perkembangan bantuan rehabilitasi rumah pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Pertemuan tersebut berlangsung secara terbuka di halaman kantor Bupati Aceh Singkil. Dalam kesempatan itu, Oyon, didampingi Asisten I dan II Setdakab, kadis PUPR, Kadis LH, Kadis Capil, Camat Singkil, dan Camat Gumer.
Dalam dialog tersebut, perwakilan masyarakat Desa Ujung Bawang, Maswan, menyampaikan pertanyaan terkait perubahan jumlah penerima bantuan rehabilitasi rumah.
Maswan menjelaskan bahwa hasil survei pertama jumlah penerima tercatat 204 KK, kemudian survei kedua menjadi 178 KK, dan survei ketiga berkurang drastis hanya 61 KK.
Hal senada juga disampaikan Yudi Yusuf Pohan dari Desa Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah. Hasil survei pertama terdapat 128 KK sebagai calon penerima bantuan, survei kedua tersisa 14 KK.
"Jatuh sekali, 114 KK langsung tereliminasi dari daftar, " kata Yudi Yusuf.
Menanggapi keluhan, Safriadi Oyon menegaskan sebenarnya persoalan ini telah dibahas dalam pertemuan bersama para keuchik di wilayah Kecamatan Singkil pada Minggu, 7 Maret 2026 lalu.
Pertemuan tersebut dihadiri 10 keuchik dari total 16 keuchik yang ada di Kecamatan Singkil, yakni keuchik Pasar Singkil, Pulo Sarok, Ujung, Suka Makmur, Kilangan, Pemuka, Takal Pasir, Teluk Rumbia, Rantau Gedang, dan Ujung Bawang.
Pertemuan tersebut, turut dibahas berbagai keluhan masyarakat terkait daftar penerima bantuan rehabilitasi rumah yang telah melalui proses verifikasi.
Menyikapi persoalan ini, bupati Safriadi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya tim telah melakukan proses verifikasi secara langsung ke desa-desa yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Pun demikian, pemerintah daerah tetap membuka ruang untuk diskusi menghindari terjadinya kesalahpahaman maupun potensi kekisruhan terkait penerima manfaat bantuan tersebut,
"Saya tegaskan verifikasi ulang ke desa-desa yang terdampak. Proses verifikasi ulang ini nantinya akan melibatkan tim dari BNPB, BPBD, pihak kecamatan, pemerintah desa, serta tim lain yang ditunjuk sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan BNPB terkait rencana pelaksanaan verifikasi ulang tersebut. "Insyaallah proses dilaksanakan setelah lebaran 1447 H," ucapnya.
Jawaban bupati memberi angin segar, puluhan masyarakat yang hadir langsung memberi apresiasi. Mereka pun beranjak pulang dengan tertib. (*)
