KETIK, PEMALANG – Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Ulujami menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) pada Sabtu, 29 November 2025, di Pendopo Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.
Agenda utama musyawarah adalah membahas laporan pertanggungjawaban tahun 2024 Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Rukun Makmur yang dipimpin Direktur Sardian.
Ketua BKAD Kecamatan Ulujami, Supa’at, mengatakan kepada ketik.com bahwa musyawarah kali ini fokus pada evaluasi unit produksi dan pertanggungjawaban modal yang diberikan desa kepada Bumdesma. Ia menegaskan kondisi keuangan berjalan lancar.
“Pertanggungjawaban unit produksi yang dijalankan Bumdesma Rukun Makmur menjadi perhatian. Pak lurah mempertanyakan modal yang diberikan ke Bumdesma. Alhamdulillah keuangan berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, para Kepala Desa di Ulujami juga memberikan masukan agar Bumdesma tidak membuat program yang terlalu muluk, tetapi fokus pada program yang produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Terkait pengunduran diri Bendahara Bumdesma yang disampaikan melalui surat resmi, Supa’at menyampaikan bahwa keputusan terkait hal tersebut belum dapat diambil.
“Yang mengundurkan diri lewat surat belum bisa dikabulkan. Diselesaikan dulu, nanti diputuskan di MAD tahun depan, Maret 2026,” jelasnya.
Ia berharap Bumdesma Rukun Makmur dapat terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bumdesma ini anggotanya tiap desa. Modalnya dari desa, tentu untuk kemakmuran desa,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Bumdesma Rukun Makmur, Sardian, menjelaskan bahwa terdapat beberapa poin penting dari hasil musyawarah, salah satunya revitalisasi unit usaha.
“Revitalisasi unit usaha yaitu menghidupkan unit-unit usaha yang prospektif, produktif, dan mengevaluasi unit yang berat untuk dipercepat,” tuturnya.
Pada poin kedua, MAD menyetujui Bumdesma Rukun Makmur menjadi pemasok (suplier) program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan produk bandeng presto sebagai lauk utama.
Selanjutnya, pengurus Bumdesma diminta untuk lebih aktif berkoordinasi dengan BKAD, Dewan Pengawas, Dewan Penasehat, dan pemodal agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengambilan kebijakan.
“Koordinasi dan konsolidasi penting untuk meminimalisir mis-mis pemahaman,” ujar Sardian.
Menanggapi masukan dari para Kepala Desa terkait program kerja, Sardian menyebutnya sebagai motivasi agar Bumdesma tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Bumdesma harus berpikir kreatif tanpa menjadi pesaing usaha warga desa.
Di akhir sesi, Sardian meminta doa restu dan dukungan agar Bumdesma mampu melewati masa sulit akibat banyaknya piutang sekaligus bisa memanfaatkan peluang usaha yang menguntungkan.
“Modalnya adalah doa restu dan jaringan. Trust sangat menentukan kami ke depan. Doakan kami agar bisa memberi warna lagi bagi Kecamatan Ulujami maupun Kabupaten Pemalang. Salam Berdesa, salam gila (Gali Ide Langsung Aksi),” ungkapnya penuh semangat.
