KIP Menembus Batas #18 (Kaleidoskop 2025)

Bukan Sekadar Janji! Deretan Penghargaan ProKlim dan Adiwiyata Buktikan Keseriusan Gubernur Khofifah Jaga Lingkungan

2 Januari 2026 21:19 2 Jan 2026 21:19

Thumbnail Bukan Sekadar Janji! Deretan Penghargaan ProKlim dan Adiwiyata Buktikan Keseriusan Gubernur Khofifah Jaga Lingkungan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) didampingi Plt Kadis Lingkungan Hdup Nurkholis di sela puncak peringatan World Clean up Day (WCD) 2025 beberaoa waktu lalu. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Prestasi membanggakan diraih Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bidang lingkungan pada tahun 2025. Tak tanggung-tanggung, dalam ajang Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup, Jawa Timur membawa pulang 21 trophy.

ProKlim merupakan salah satu instrumen penting pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat.

Ke depan, penyelenggaraan ProKlim akan diperkuat melalui penyempurnaan kebijakan, termasuk peningkatan peran pemerintah provinsi dalam proses verifikasi, desk review, dan penetapan kategori ProKlim.

Perolehan penghargaan sebanyak itu sekaligus menegaskan Jawa Timur menjadi provinsi yang paling banyak menerima apresiasi dan pengakuan dari Pemerintah Pusat.

Rinciannya, Jawa Timur mendapatkan perolehan 8 penerima untuk Thropy ProKlim Lestari. Sedangkan, untuk Thropy ProKlim Utama provinsi Jawa Timur memperoleh 13 penerima. Jatim juga memperoleh 96 Sertifikat Proklim Utama dan 65 Proklim Madya.

Selain Jawa Timur, perolehan ProKlim Lestari tahun 2025 di urutan kedua ada Jawa Tengah 6 penerima dan Kalimantan Selatan 4 penerima.

Sedangkan, tiga provinsi dengan perolehan trophy ProKlim utama terbanyak 2025 di bawah Jawa Timur adalah Jawa Tengah 9 penerima dan Jawa Barat 6 penerima.

Seluruh penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim Nurkholis mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada acara Penyerahan Apresiasi Pembina Proklim Tahun 2025 di Jakarta pada awal Desember.

Gubernur Khofifah menyebut ini merupakan motivasi bagi semua pihak untuk terus menjaga, meningkatkan dan merawat kualitas lingkungan hidup.

“Kami di Jatim bersama seluruh elemen dan lintas sektor tak kenal lelah berupaya menanggulangi perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Salah satu yang sangat masif dilakukan adalah penanaman mangrove sebagai sumber cadangan karbon.

Cara ini penting untuk mengurangi emisi, menghasilkan oksigen lebih banyak dan menekan dampak perubahan iklim serta mitigasi bencana seperti banjir, longsor dan kekeringan.

Ini sesuai dengan P.84 tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim dan Keputusan Menteri LH Nomor 1679 tahun 2024 tentang Rekonseptualisasi Program Komunitas untuk Iklim.

Setiap individu dapat berkontribusi dalam mitigasi dengan cara mengurangi penggunaan kantong plastik, tidak membuang sampah sembarangan, membatasi penggunaan kendaraan bermotor, menggunakan sarana transportasi umum, hemat listrik dan air, serta menanam pepohonan.

ProKlim Lestari sebagai penghargaan tertinggi dalam ajang ProKlim, telah diterima sejak tahun 2020 oleh Gubernur Khofifah.

Di Jatim, ProKlim dijalankan secara aktif sejak tahun 2012 dan kini mencakup wilayah kerja komunitas, tidak terbatas pada administratif seperti desa atau RW.

Penghargaan pembina ProKlim yang diterima pada tingkat nasional karena Jawa Timur dibawah kepemimpinan Gubernur Khofifah aktif mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca guna menekan laju perubahan iklim.

Di berbagai kegiatan, Gubernur Khofifah secara aktif melakukan penanaman mangrove, pelepasan burung, pelepasan bibit kepiting dan ikan, serta edukasi terkait mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem lingkungan.

Dalam empat tahun terakhir, luasan mangrove di Jawa Timur juga terus meningkat signifikan. Rata-rata penambahan lebih dari 900 hektare per tahun, dengan total kenaikan mencapai 3.618 hektare (setara 13,29 persen) sejak 2021.

Demikian juga dengan semangat pengelolaan sampah rumah tangga dari sumbernya melalui program nasional bank sampah Pemprov Jatim memiliki 5.170 bank sampah yang menjadikan provinsi dengan Bank Sampah terbanyak secara nasional.

Selain memberikan manfaat ekonomi, sosial budaya, bank sampah berkontribusi di dalam pengurangan pencemaran tanah dan air, sampah yang terkelola dengan baik tidak lagi tercecer sehingga mencegah pencemaran tanah dan sumber air oleh zat-zat berbahaya dari sampah, mitigasi perubahan iklim.

Penimbunan sampah organik dan anorganik di TPA menghasilkan gas metana (CH4) yang merupakan gas rumah kaca sangat kuat (25 kali lebih efektif memerangkap panas daripada karbon dioksida (CO2). 

Dengan memilah dan mengurangi sampah ke TPA, bank sampah turut mengurangi emisi metana dan karbon diokasida tersebut.

Capaian ini menjadi bukti konsistensi Jawa Timur dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan hidup.

Melalui program Mangrove Lestari, kita berkomitmen memperkuat ketahanan lingkungan dan berkontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission 2060.

“Ini adalah ikhtiar Jawa Timur untuk menjaga bumi agar tetap lestari bagi generasi mendatang," tegas Gubernur Khofifah.

Foto Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurkholis (ketiga kir) di sela penerimaan penghargaan ProKlim di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Humas DLH Jatim)Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurkholis (ketiga kir) di sela penerimaan penghargaan ProKlim di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Humas DLH Jatim)

Konsistensi DLH Jatim

Tahun ini tercatat 1.327 lokasi ProKlim terdaftar dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI), melalui proses pengusulan, desk review, verifikasi daring dan luring, hingga pembahasan Tim Teknis.

Dari proses tersebut ditetapkan penerima penghargaan ProKlim Lestari, ProKlim Utama, pembina provinsi/kabupaten/kota, serta pendukung dari dunia usaha dan lembaga masyarakat.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Nurkholis menyatakan sebagai bentuk dukungan kepada seluruh komunitas ProKlim Jatim telah berperan aktif dalam pengembangan serta penguatan program di berbagai daerah.

Pihaknya berkomitmen bahwa Jawa Timur mendorong kolaborasi dan keberlanjutan program pengendalian perubahan iklim di tingkat tapak.

Dengan capaian tertinggi nasional ini, Jatim menunjukkan konsistensinya dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca serta peningkatan ketahanan iklim.

“DLH akan terus memperkuat pembinaan lokasi ProKlim dan mendorong peningkatan kualitas aksi iklim di seluruh wilayah Jawa Timur,” tuturnya.

Pengembangan ProKlim tidak hanya melihat dari sisi kuantitas, tetapi juga dari sisi kualitas dan kontinyuitas atau keberlanjutan aksi ProKlim.

ProKlim juga menjadi bagian upaya pencapaian target NDC Adaptasi yang diperjelas dalam dokumen NAP untuk mencapai ketahanan pangan, air, energi, kesehatan serta ketahanan ekosistem dan kebencanaan.

Terwujudnya ketahanan iklim di tingkat tapak diharapkan akan menjadi dasar untuk mewujudkan ketahanan iklim di tingkat yang lebih tinggi baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi bahkan ketahanan iklim di tingkat nasional.

Melalui aksi mitigasi dan adaptasi dalam ProKlim, masyarakat bersama-sama dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan lain melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan kehidupan bumi dari ancaman perubahan iklim.

Upaya mitigasi diperlukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang memicu terjadinya perubahan iklim.

Melalui tindakan sederhana, masyarakat didorong untuk melakukan pengelolaan sampah, penanaman pohon, penggunaan pupuk organik untuk menggantikan pupuk kimia, pemanfaatan energi terbarukan, serta tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan.

Foto Gubernur JatimnKhofifah Indar Parawansa (kiri), Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurkholis (kedua kiri), Kakwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil (ketiga kiri) bershalawat di sela pereamian Masjid Nurul Hayat di kompleks Kantor LH Jatim di Surabaya, Senin malam, 29 Desember 2025. (Foto: Fiqih Arfani/ketik.com)Gubernur JatimnKhofifah Indar Parawansa (kiri), Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurkholis (kedua kiri), Kakwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil (ketiga kiri) bershalawat di sela pereamian Masjid Nurul Hayat di kompleks Kantor LH Jatim di Surabaya, Senin malam, 29 Desember 2025. (Foto: Fiqih Arfani/ketik.com)

Sekolah Adiwiyata Terbanyak

Selain ProKlim, Jawa Timur juga membuktikan diri sebagai provinsi dengan komitmen kuat terhadap pendidikan berwawasan lingkungan. Pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini untuk membentuk generasi yang memiliki kesadaran ekologis kuat.

Pada tahun 2025, Jawa Timur mencatatkan prestasi gemilang sebagai provinsi dengan raihan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri terbanyak di Indonesia, dengan total 280 sekolah yang lolos penilaian.

Penghargaan ini diumumkan dalam agenda resmi Adiwiyata 2025, sebuah ajang apresiasi nasional bagi sekolah yang konsisten menerapkan perilaku peduli dan berbudaya lingkungan.

Dari total raihan tersebut, 186 sekolah di Jawa Timur memperoleh predikat Adiwiyata Nasional, sedangkan 94 sekolah meraih Adiwiyata Mandiri.

Capaian ini mengungguli provinsi lain seperti Jawa Tengah (200 sekolah), Jawa Barat (68 sekolah), Kalimantan Timur (66 sekolah), dan Sulawesi Selatan (52 sekolah).

Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh sekolah, guru, siswa, dan komunitas pendidikan yang berhasil mengimplementasikan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

Program Adiwiyata 2025 menilai tidak hanya aspek kebersihan dan tata kelola lingkungan, tetapi juga bagaimana sekolah menginternalisasikan pendidikan lingkungan dalam kurikulum, perencanaan, hingga aksi nyata peserta didik.

Penilaian dilakukan secara ketat oleh tim verifikator nasional melalui tahapan administrasi dan verifikasi lapangan.

Tim Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Jatim turut memberikan dukungan, pendampingan, serta menjadi bentuk komitmen menguatkan kolaborasi dan memberikan motivasi langsung kepada sekolah-sekolah penerima penghargaan.

Dengan pencapaian tertinggi tingkat nasional ini, DLH Jatim berkomitmen untuk terus memperluas pendampingan, pembinaan teknis dan kolaborasi lintas sektor.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak sekolah di Bumi Majapahit mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya dalam program Adiwiyata.

Prestasi Jawa Timur sekaligus menjadi inspirasi bagi provinsi lainnya untuk terus mendorong inovasi dan memperkuat gerakan pendidikan lingkungan hidup, sehingga sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan generasi yang peduli, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. 

Di Sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur juga membina Program Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari yang telah menetapkan 180 desa, dengan 115 desa di antaranya menerima reward kendaraan roda tiga.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur juga menjalankan pembinaan pengelolaan sampah berbasis pesantren melalui program Eco-Pesantren. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah DLH Jatim Nurkholis Masjid Al Akbar bersh sampah Susur Sungai