BPJS Ketenagakerjaan Madura Edukasi Jaminan Sosial di Tengah Haul Syaikhona Kholil

2 April 2026 11:00 2 Apr 2026 11:00

Thumbnail BPJS Ketenagakerjaan Madura Edukasi Jaminan Sosial di Tengah Haul Syaikhona Kholil

Penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura, Indriyatno, kepada peserta yang telah terdaftar. (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Kegiatan Haul Akbar Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan tidak hanya menjadi ajang religi, tetapi juga dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas edukasi jaminan sosial kepada masyarakat, khususnya pekerja sektor nonformal.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura memanfaatkan momentum haul ulama kharismatik Madura untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya perlindungan sosial. Kegiatan ini menyasar marbot masjid dan pengelola makberoh sebagai kelompok pekerja yang rentan terhadap risiko kerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura, Indriyatno, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan memberikan sosialisasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa pekerja nonformal, termasuk yang beraktivitas di lingkungan keagamaan, masih banyak yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial.

“Banyak pekerja nonformal yang belum terlindungi, padahal risiko di lapangan sangat tinggi. Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan seluruh masyarakat, terutama pengelola makberoh dan para dzuriyah, memahami manfaat dan prosedur perlindungan jaminan sosial,” ujar Indriyatno, Rabu, 1 April 2026. 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan lengkap mengenai berbagai program BPJS Ketenagakerjaan. Program yang disosialisasikan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga kemudahan pendaftaran bagi pekerja bukan penerima upah (BPU).

Selain penyampaian materi, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka ruang diskusi interaktif. Para pengelola makberoh memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung terkait kebutuhan perlindungan bagi pekerja di lingkungan mereka.

"Diacara haul ini Bpjs Ketenagakerjaan Cabang Madura disamping membuka stand layanan, juga melakukan penyerahan kartu Bpjs Ketenagakerjaan secara simbolis pada peserta yang sudah terdaftar, hal ini sebagai bentuk edukasi bahwa perlindungan sosial semakin mudah diakses oleh semua kalangan," tambahnya.

Melalui pendekatan dialogis yang menyentuh langsung lingkungan pesantren dan lembaga keagamaan, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak tokoh masyarakat yang terlibat aktif dalam mendorong perlindungan pekerja.

Indriyatno menegaskan pihaknya akan terus mengintensifkan sosialisasi di berbagai wilayah di Madura. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi pekerja yang bekerja tanpa jaminan. Ini adalah bentuk ikhtiar bersama,” tegasnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari kalangan dzuriyah Syaikhona Muhammad Kholil. Salah satunya, K.H. Hasbullah Muchtarom, yang menilai langkah BPJS Ketenagakerjaan sangat bermanfaat bagi pekerja di sektor keagamaan dan sosial.

Ia menilai perlindungan jaminan sosial merupakan kebutuhan penting yang selama ini belum banyak mendapat perhatian. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak pekerja nonformal di Madura yang terlindungi dan memiliki masa depan yang lebih aman serta sejahtera. (*)

Tombol Google News

Tags:

Edukasi Kepesertaan bpjs Ketenagakerjaan Cabang Madura pekerja non formal