Hadiri Halalbihalal Bamus Madas di Bangkalan, Emil Dardak Dorong Madura Jadi Wilayah Investasi Aman

1 April 2026 18:21 1 Apr 2026 18:21

Thumbnail Hadiri Halalbihalal Bamus Madas di Bangkalan, Emil Dardak Dorong Madura Jadi Wilayah Investasi Aman

Mubes Madas 2026 di gesung Ratoh Ebuh Bangkalan tekankan investasi di Madura harus aman tanpa hambatan (Foto.Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Momentum halal bihalal di Gedung Serba Guna Rato Ebhu, Bangkalan, menjadi sejarah baru bagi tiga organisasi masyarakat Madura. Madas Nusantara, Madas Serumpun, dan Madas Sedarah sepakat membentuk Badan Musyawarah (Bamus) Madura.

Sebuah wadah bersama untuk memperkuat persatuan sekaligus membuka ruang lebih luas bagi iklim investasi yang aman dan ramah di Pulau Madura.

Pembentukan Bamus ini bukan sekadar penyatuan tiga ormas, tetapi langkah strategis untuk menata ulang peran masyarakat Madura dalam pembangunan daerah.

Forum ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi, penguatan kapasitas organisasi, dan penjaga stabilitas agar Madura semakin menarik bagi para investor.

Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal, menegaskan bahwa Bamus Madura dibangun dengan visi besar: meningkatkan kontribusi ormas secara nyata sekaligus memutus stigma negatif yang selama ini melekat terhadap Madura.

“Lewat halal bihalal ini, kita meluncurkan Badan Musyawarah Bamus Madura. Seluruh ormas akan kita wadahi, kita bina, kita didik, dan kita kembangkan menjadi organisasi yang mandiri serta modern. Kita ingin Madura siap menyambut investasi asing secara proporsional dan profesional,” ujarnya. Rabu 1 April 2026.

Menurut Jusuf, tantangan terbesar Madura dalam menarik investasi bukan pada potensi yang minim, melainkan persepsi yang terlanjur buruk di mata investor.

“Banyak investor enggan datang karena stereotipnya sudah jelek. Madura dianggap rawan konflik, biaya ekonomi tinggi, dan bahkan ketika sudah masuk pun masih ada gangguan,” tegasnya.

Dengan berdirinya Bamus Madura, ia menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan bagi investor. Forum ini akan menjadi penghubung antara masyarakat, pelaku usaha, dan organisasi lokal agar persoalan lapangan dapat dicegah sejak dini.

“Ayo investasi di Madura. Bamus Madura memberi garansi tidak ada gangguan. Kalau pun ada, itu menjadi tanggung jawab kami,” kata Jusuf penuh keyakinan.

Tak hanya memastikan keamanan investasi, Jusuf juga menekankan bahwa manfaat ekonomi harus kembali kepada masyarakat Madura.

“Tenaga kerja dari Madura harus menjadi prioritas. Bila ada kekurangan kompetensi, kita akan siapkan pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkannya,” tambahnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi pembentukan Bamus Madura sebagai forum yang dapat memperkuat komunikasi dan solidaritas masyarakat.

“Kita harapkan komunikasi dan silaturahmi terus terjalin dengan baik, sehingga aspirasi bisa disalurkan dalam suasana kekeluargaan untuk kemaslahatan bersama,” ucap Emil.

Emil menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan Madura. Oleh karena itu, stabilitas sosial harus menjadi prioritas utama agar investor merasa aman dan nyaman berusaha di wilayah tersebut.

“Ada cita-cita besar untuk memajukan Madura. Investasi harus lancar dan jauh dari gangguan agar kemajuan itu benar-benar terwujud,” katanya.
Selain itu, Emil juga menyoroti pentingnya kontribusi masyarakat Madura di perantauan. Ia menilai para perantau memiliki peran penting menjaga citra positif Madura di tingkat nasional maupun internasional.

“Di perantauan, masyarakat Madura terkenal saling membantu dan tetap membawa nama baik Madura dengan budaya, keramahan, dan kuliner yang luar biasa,” tuturnya.

Pembentukan Bamus Madura menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Madura siap bertransformasi, menjaga kondusivitas, dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi.

Dengan sinergi ormas dan dukungan pemerintah, harapan untuk melihat Madura yang lebih maju dan berdaya saing kini semakin nyata.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bamus investasi Wagub jatim Emil Madura aman