Remaja ODGJ di Jember Dibebaskan dari Pasung, Kisah Pilu Keluarga Bertahan di Tengah Keterbatasan

2 April 2026 12:10 2 Apr 2026 12:10

Thumbnail Remaja ODGJ di Jember Dibebaskan dari Pasung, Kisah Pilu Keluarga Bertahan di Tengah Keterbatasan

Petugas Dinsos Jatim saat mengevakuasi AR untuk mendapat perawatan medis di RSJ Lawang. (Foto: Atta/ketik.com)

KETIK, JEMBER – Seorang remaja berinisial AR (16), warga Kecamatan Mayang, Jember, akhirnya terbebas dari pemasungan setelah lebih dari satu bulan menjalani kondisi tersebut akibat gangguan kejiwaan yang memburuk.

AR dibebaskan oleh petugas dari Dinsos Jatim pada Rabu, 1 April 2026, usai mendapat informasi dari warga. 

Keluarga AR menjalani masa sulit dalam merawatnya. Sejak kecil, AR telah menunjukkan gejala gangguan perilaku, namun kondisinya memburuk dalam satu tahun terakhir, terutama setelah ayahnya meninggal dunia dan kondisi ekonomi keluarga semakin terbatas.

Sepupu AR, Muhammad Sobri, menjelaskan bahwa gangguan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak lama, namun baru menunjukkan kondisi berat belakangan ini. 

"Gejalanya sudah bawaan sejak kecil, tetapi semakin parah dalam setahun terakhir," ujar Sobri.

AR sempat mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Lawang selama kurang lebih 20 hari. Setelah pulang, kondisinya sempat membaik dalam beberapa hari.

Namun, situasi berubah setelah ayah AR meninggal dunia. Peristiwa tersebut diduga memicu tekanan emosional yang membuat kondisinya kembali menurun. Sobri menyampaikan bahwa AR sempat menunjukkan perilaku agresif yang membahayakan lingkungan sekitar.

"Karena kondisi tersebut, keluarga akhirnya dengan berat hati kita kembali melakukan pemasungan sebagai langkah pengamanan. Karena kita punya keterbatasan kemampuan dalam melakukan pengawasan intensif," papar Sobri. 

Selain itu, keterbatasan ekonomi turut memperberat kondisi keluarga. Ibu AR bekerja serabutan, sementara almarhum ayahnya merupakan buruh tani. Situasi ini membuat akses terhadap pengobatan lanjutan menjadi tidak optimal.

Riwayat pendidikan AR juga terhenti di bangku sekolah dasar karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pembelajaran secara normal.

Keluarga berharap AR dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik setelah mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur kemudian menindaklanjuti laporan masyarakat dan informasi yang beredar dengan melakukan evakuasi terhadap AR. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah dalam menangani kasus pemasungan.

Petugas Substansi Rehabilitasi Sosial, Roni Gunawan, menjelaskan bahwa tim langsung turun ke lokasi setelah memastikan kondisi tersebut, dan segera membawa AR untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, AR diketahui mengalami gangguan psikotik yang termasuk kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari genetik, tekanan ekonomi, hingga kondisi psikologis yang tidak tertangani dengan baik," pungkas Roni. 

Tombol Google News

Tags:

remaja dipasung Jember kisah ODGJ Jember keluarga miskin Jember gangguan jiwa remaja pasung di Indonesia kesehatan mental Jember RSJ Lawang