KETIK, SURABAYA – DPRD Surabaya menananggapi isu langkanya stok blanko e-KTP. Kelangkaan tersebut membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) hanya melayani pemilih pemula di Pemilihan Kepala Daerah.
Menurut anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi langkah pemkot untuk memprioritaskan kelompok tertentu adalah hal positif. Namun ia menyarankan perencanaan yang lebih matang dilakukan di masa mendatang.
“Situasi ini tentu tidak ideal, namun prioritas terhadap pemilih pemula untuk Pilkada 2024 adalah langkah bijak. Kita ingin memastikan bahwa semua warga memiliki kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya,” ujar Kahfi pada Kamis 14 November 2024.
Namun, Kahfi juga mengkritik soal distribusi blanko dari pemerintah pusat yang menurutnya kurang memperhitungkan kebutuhan di tingkat kota seperti Surabaya.
Politisi Gerindra ini menambahkan, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah hingga mencapai sekitar 3,7 juta jiwa, alokasi blanko harus lebih responsif terhadap dinamika populasi.
“Kami berharap pemerintah pusat lebih peka terhadap kebutuhan kependudukan daerah. Kota seperti Surabaya dengan populasi mencapai 3,7 juta jiwa tentu memerlukan alokasi blanko yang lebih besar agar pelayanan e-KTP bisa berjalan lancar,” kata Azhar Kahfi.
Ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Tetapi tidak semua warga, terutama lansia, memiliki akses yang mudah terhadap teknologi tersebut. Oleh karena itu, ia meminta pemkot menyediakan bantuan khusus bagi warga yang kesulitan.
“Kita perlu solusi yang lebih terstruktur, termasuk dukungan bagi warga yang kurang familiar dengan teknologi digital. Tidak semua orang bisa langsung adaptasi dengan Identitas Kependudukan Digital, apalagi lansia,” jelasnya.
Agar stok blanko e-KTP tidak menipis, Kahfi mendorong agar pemkot terus melakukan komunikasi dengan Dispendukcapil pusat untuk mengamankan pasokan blanko tambahan.
“Kami di DPRD siap mendukung langkah pemkot untuk terus berkomunikasi dengan pusat. Harapannya, tidak ada lagi kendala stok blanko e-KTP di masa mendatang,” pungkas Azhar Kahfi.(*)
Blanko E-KTP Langka, DPRD Surabaya Minta Pemkot Bikin Perencanaan Lebih Matang
14 November 2024 17:24 14 Nov 2024 17:24
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi. (Foto: Instagram @azharkahfi)
Trend Terkini
12 Januari 2026 15:03
Alsintan Combine Harvester Bantuan di Jombang Hilang, DPRD Minta Pemda Pastikan Alat Kembali ke Petani
14 Januari 2026 06:04
Ketua PHRI Malang: Kayutangan Heritage Picu Tamu Hotel Menginap Lebih Lama
12 Januari 2026 15:31
Sampah Menumpuk di RSUD Mardi Waluyo Blitar, Keluarga Pasien Resah
11 Januari 2026 16:28
Pertama! Spesial Gurami Rumah Makan Jemani Hadir di Kota Madiun, Ini Lokasinya!
10 Januari 2026 09:00
Kayutangan Heritage: Dari Hutan Persembunyian Ken Arok ke Destinasi Wisata Utama Malang
Tags:
DPRD Surabaya blanko E-KTP dispendukcapil Pemkot Surabaya Azhar KahfiBaca Juga:
Tunggak Retribusi Ratusan Juta, Satpol PP Surabaya Tertibkan Aset Lahan Pasar di Simo MulyoBaca Juga:
DPRD Surabaya Berharap Polemik Jagal Sapi dan Pemkot Happy EndingBaca Juga:
Jagal Sapi Mogok, RPH Surabaya Pastikan Stok Daging AmanBaca Juga:
Pelaku Jagal Sapi Surabaya Mogok, Minta Pemkot Segera Tanggapi TuntutanBaca Juga:
DPRD Surabaya Terima Keluhan Jagal, Sebut RPH Belum Buka Dialog dengan MitraBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
