KETIK, MALANG – Dunia persepakbolaan Malang Raya berduka atas berpulangnya Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro. Rasa duka mendalam turut disampaikan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Bagi Wahyu, sosok Kuncoro adalah legenda bagi Arema. Jasa yang ditorehkan oleh Kuncoro semasa hidup, tak hanya dirasakan oleh klub sepak bola Arema, namun juga Persema.
"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Malang turut berduka cita. Almarhum sudah memberikan nama di dunia persepakbolaan. Beliau juga pernah di Persema, di Arema, dan juga membawa Kota Malang," ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.
Wahyu menceritakan sedikit tentang kedekatannya dengan Almarhum Kuncoro. Hubungan mereka lebih dekat dari sekadar pejabat dan tokoh olahraga, terutama saat masa-masa kejayaan Arema di Stadion Kanjuruhan.
"Saya kenal dekat beliau pada saat di Arema pada saat sering bertanding di Stadion Kanjuruhan dulu," katanya.
Selain berbelasungkawa, Wahyu juga menanggapi kronologi meninggalnya almarhum yang dikabarkan terjadi usai bermain sepak bola di Stadion Gajayana. Wahyu telah meminta Kepala Disporapar Kota Malang untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.
"Saya sudah minta ke Kepala Disporapar untuk cek, karena kebetulan bermainnya kemarin di Stadion Gajayana, tetapi kebetulan stadion hanya ditempati," tambahnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang legenda, Wahyu telah menjadwalkan untuk takziah langsung ke rumah duka guna menemui keluarga almarhum.
"Ya, saya nanti akan takziah ke rumah duka. Beliau ini juga legenda, baik untuk Arema ataupun Persema," tutup Wahyu. (*)
