KETIK, SURABAYA – Bernardo Tavarez telah resmi menjadi pelatih baru Persebaya. Ia juga sudah mendarat di Surabaya pada Minggu, 4 Januari 2026 malam di Bandara Internasional Juanda.
Hadirnya pelatih asal Portugal ini menjadi angin segar, sekaligus menumbuhkan ekspektasi tinggi dari para suporter Persebaya, Bonek dan Bonita.
Salah satu ekspektasi para suporter adalah bisa membawa Persebaya juara, seperti saat Bernardo Tavarez masih menjadi nakhoda PSM musim 2022/2023.
Agar terealisasi, banyak dari suporter yang bersuara di media sosial agar Tavarez mengambil beberapa pemain PSM hijrah ke Persebaya agar bisa menjadi juara.
Mendengar kabar ini, pelatih berkepala plontos itu mengaku sudah ada beberapa pemain PSM yang menghubungi dirinya, begitu mengetahui telah menjadi pelatih Persebaya.
"Saya tahu banyak pemain dari PSM menghubungi saya. Ketika melihat saya menandatangani kontrak di sini (Persebaya). Tetapi kami harus rendah hati dan kami harus menghormati, mereka memiliki kontrak dengan PSM," tegasnya.
Sebagai pelatih profesional, Tavarez mengatakan tidak bisa berbuat banyak. Ia juga harus menghormati kontrak para pemain yang saat ini membela PSM.
"Sekarang kami akan mencoba membuat sejarah yang naik di Persebaya. (Dulu), saya sangat menghormati PSM dan para suporternya. Tetapi sekarang kami perlu membangun sesuatu agar saling menghormati," jelasnya.
Ia juga memahami permintaan suporter Bonek dan Bonita yang menginginkan Persebaya menjadi juara. Namun, sebelum terealisasikan hal yang paling penting adalah membangun fondasi.
"Penting untuk menciptakan lingkungan yang baik di antara semua orang karena sendirian tidak ada yang menang," ungkapnya.
Bernardo Tavarez bakal memimpin Persebaya ketika laga melawan Malut pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. (*)
