Kisah dari Lapak Gorengan Menjemput Rezeki di Bulan Ramadan, Jadi Sumber Penghidupan

22 Februari 2026 18:46 22 Feb 2026 18:46

Thumbnail Kisah dari Lapak Gorengan Menjemput Rezeki di Bulan Ramadan, Jadi Sumber Penghidupan

Dyah Kusumawati sedang mempersiapkan singkong keju sebelum digoreng. Selama Ramadan, dagangannya laris diburu pembeli yang hendak berbuka puasa. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Asap putih tipis mengebul dari dapur lapak kecil berwarna biru. Di balik asap tersebut ada seorang wanita paruh baya sedang sibuk menggoreng dagangannya.

Sambil sesekali menyeka keringat yang mulai bercucuran di kening, wanita yang diketahui memiliki nama Dyah Kusumawati itu tetap ramah melayani pengunjung, salah satunya Ketik.com.

"Silakan mau beli apa. Tapi maaf ya, masih goreng ini. Agak lama menunggu tidak apa-apa?" tanyanya. 

Dyah ketika itu sedang menggoreng singkong keju, salah satu dagangan andalannya. Selain singkong keju, ia juga menjual ote-ote, pisang goreng dan lain sebagainya.

"Ini goreng kedua kalinya. Gorengannya juga tinggal singkong saja ini yang lainnya sudah habis sejak sore tadi," lanjutnya.

Rupanya Dyah Kusumawati kebanjiran pembeli di bulan Ramadan ini. Banyak pembeli yang mulai memadati area Karang Menjangan untuk membeli takjil untuk berbuka puasa.

Demi menjemput rezeki di bulan berkah, ia membuka dagangannya sejak pukul 13.00 WIB dari biasanya buka pada pukul 15.00 WIB.

"Saya biasanya buka pukul 15.00 WIB sampai menjelang buka puasa. Saya jualan gorengan ada tujuh macam, mulai singkong, ote-ote, tahu isi dan lain sebagainya," jelasnya.

Tak hanya jam operasional saja yang lebih siang, ketika Ramadan, Dyah juga menambah jumlah bahan-bahannya, seperti singkong, tepung dan tauge.

"Singkong yang saya oleh ini 40-50 kilogram per hari. Ote-ote menggunakan tepung sekitar 5 kilogram, lalu tauge dan wortel untuk isian tahu isinya," bebernya.

Ia menjual satu gorengan itu sebesar Rp1.000. Namun harga itu belum cukup untuk menutup biaya operasional karena harga bahan baku yang terus naik.

"Akhirnya harga jual, ukurannya tidak saya naikkan dan ubah. Bagi saya yang penting penjualan lancar. Nanti jika dinaikkan harganya tidak ada yang beli, dapur jadi kosong," curhatnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ramadan takjil Penjual Takjil karang menjangan penjual gorengan gorengan karang menjangan