KETIK, LEBAK – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, menegaskan pentingnya penguatan etos kerja aparatur sipil negara (ASN) melalui enam pilar utama transformasi birokrasi.
Hal itu disampaikan dalam rapat dinas internal yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026.
Widy mengatakan, rapat internal tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan strategis kepala daerah guna mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan agar lebih profesional, responsif, dan berintegritas.
“Rapat ini kami laksanakan untuk menindaklanjuti arahan strategis kepala daerah terkait revolusi etos kerja di lingkungan pemerintahan, agar seluruh ASN mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Widy saat dihubungi wartawan.
Dalam arahannya, Widy menekankan enam pilar utama yang harus menjadi landasan kerja bagi seluruh pegawai, baik PNS maupun PPPK di lingkup Bapperida Lebak.
Pertama, spiritualitas kerja yang menekankan pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan sebagai dasar integritas dalam menjalankan tugas. Kedua, perencanaan matang, yakni membiasakan diri menyusun setiap pekerjaan secara detail, baik harian, mingguan, maupun bulanan.
“Perencanaan yang baik akan menentukan kualitas hasil kerja. Karena itu, setiap pegawai harus membiasakan diri bekerja secara terstruktur dan terukur,” katanya.
Ketiga, manajemen waktu yang menuntut kedisiplinan tinggi dalam setiap penugasan. Keempat, komunikasi efektif guna memperkuat dialog dua arah antara pimpinan dan staf.
Selanjutnya, pilar kelima adalah fokus dan produktivitas, termasuk pembatasan penggunaan media sosial pada jam kerja agar tidak mengganggu kinerja. Terakhir, akuntabilitas melalui monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala.
“Akuntabilitas menjadi kunci agar setiap pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan dan terus ditingkatkan kualitasnya,” tegasnya.
Selain membahas penguatan internal, rapat tersebut juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap berbagai isu publik. Hal ini, menurut Widy, penting untuk memastikan kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan pemerintah daerah selalu hadir di tengah masyarakat, mampu merespons persoalan dengan cepat dan memberikan solusi yang konkret,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama melakukan transformasi birokrasi yang berdampak nyata.
“Melalui revolusi etos kerja ini, kami berharap birokrasi di Lebak semakin profesional, adaptif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)
