KETIK, HALMAHERA SELATAN – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di wilayah Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan resmi bergerak. Pekerjaan tahap awal atau MC0 telah dimulai, ditandai dengan pemasangan jaringan perpipaan di lapangan.
Proyek ini mencakup tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Kayoa Induk, Kecamatan Kayoa Selatan, dan Kecamatan Kayoa Utara, dengan total pagu anggaran mencapai Rp50 miliar. Pendanaannya bersumber dari APBN dengan dukungan sharing APBD.
Dalam struktur pekerjaan, proyek SPAM ini terbagi dalam dua komponen kunci: pembangunan jaringan perpipaan dan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Dua elemen ini menjadi fondasi utama distribusi air bersih yang lebih merata.
Cakupan layanan menyasar sejumlah desa di tiga kecamatan tersebut, antara lain Desa Sogawele, Posi, Guapin, Karamat, Gayap, Ngokomalko, Laromabati, hingga Modayama.
Direktur Utama PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menegaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat.
“Proyek SPAM ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat di wilayah Kayoa yang selama ini sangat bergantung pada air hujan. Dengan adanya jaringan perpipaan dan Instalasi Pengolahan Air, kami berharap kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, dampak proyek ini melampaui aspek teknis penyediaan air. Ada dimensi kesehatan yang menjadi target utama.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Jika terpenuhi, maka secara langsung akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Ini yang menjadi tujuan utama dari program ini,” tuturnya.
