Banjir Dominasi Bencana di Indonesia, Ribuan Warga Terdampak di Karawang

20 Januari 2026 14:28 20 Jan 2026 14:28

Thumbnail Banjir Dominasi Bencana di Indonesia, Ribuan Warga Terdampak di Karawang

Pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di beberapa titik lokasi wilayah Kota Bekasi, Senin 19 Januari 2026. (Foto: BPBD Kota Bekasi.)

KETIK, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di berbagai wilayah Indonesia pada periode 19–20 Januari 2026. Banjir, angin kencang, dan longsor dilaporkan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet merendam 27 desa di 12 kecamatan dan satu kelurahan.

Sebanyak 4.304 kepala keluarga atau 13.841 jiwa terdampak, dengan 2.413 jiwa di antaranya mengungsi. Hingga Senin 19 Januari 2026, genangan air masih terjadi dengan tinggi muka air mencapai 200 sentimeter.

Bencana juga terjadi di Kota Bekasi. Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir dan pohon tumbang. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia, sementara 197 warga sempat mengungsi. Kondisi banjir saat ini telah surut dan warga telah kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, hujan deras menyebabkan longsor pada bahu jembatan di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. Tidak ada korban jiwa, namun sekitar 500 jiwa terisolasi akibat jembatan putus.

Di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, luapan Sungai Jeratus Soluna mengakibatkan banjir di empat desa dengan total 582 kepala keluarga atau 1.177 jiwa terdampak.

BPBD setempat telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan serta menyiapkan tas siaga bencana dan memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG. (*)

Tombol Google News

Tags:

banjir Jakarta bantuan Evakuasi Bencana bpbd surabaya