Banjir Bandang di Sitaro Tewaskan 9 Orang, Listrik dan Telekomunikasi Terputus

5 Januari 2026 20:52 5 Jan 2026 20:52

Thumbnail Banjir Bandang di Sitaro Tewaskan 9 Orang, Listrik dan Telekomunikasi Terputus
Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro. (Foto: BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

KETIK, JAKARTA – Sembilan orang meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Bencana ini terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 02.30 Wita.

Tiga kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat. Insiden tersebut terjadi setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama.

Dalam Visual yang diterima oleh Badan Nasuonal Penanggulangan Bencana (BNPB) material bantuan dan lumpur memenuhi jalanan dan menyebar hingga rumah warga.

Berdasarkan laporan dari tim lapangan, banjir telah surut pada Senin 5 Januari 2026. Meskipun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilatah terdampak terputus.

Data sementara yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro tercatat rincian korban jiwa antara lain sembilan orang meninggal dunia, lima orang dalam oencarian, 17 orang mengalami luka-luka, dan 102 jiwa mengungsi di gedung GMIST Bethbara.

Lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut terbawa arus. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan.

Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian yang dilaporkan hilang. Adapun kendala yang dihadapi di lapangan untuk mobilisasi sumber daya adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bencana Sulawesi Utara Sitaro