Kemiskinan Lebak Turun pada 2025, Bapperida Sebut Hasil Kerja Terpadu Berbagai Pihak

2 April 2026 09:01 2 Apr 2026 09:01

Thumbnail Kemiskinan Lebak Turun pada 2025, Bapperida Sebut Hasil Kerja Terpadu Berbagai Pihak

Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Edit Abdul Kohar/ketik.com)

KETIK, LEBAK – Angka kemiskinan di Kabupaten Lebak kembali menunjukkan tren penurunan pada tahun 2025. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 8,03 persen. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan signifikan hingga berada di level 0,53 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator membaiknya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lebak.

“Kondisi ini patut kita syukuri. Penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Lebak semakin membaik,” ujar Widy Ferdian saat dihubungi wartawan, Kamis 2 April 2026. 

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Lebak di bawah kepemimpinan Bupati. 

Lanjut Widy, Berbagai arahan strategis terus diberikan kepada seluruh perangkat daerah agar program pembangunan benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat.

“Bapak Bupati dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya fokus pada penanggulangan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, perbaikan infrastruktur, serta penataan perkotaan dan pelayanan publik,” katanya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diimplementasikan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang diketuai oleh Wakil Bupati Lebak. 

Tim ini menjalankan berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, hingga penanganan wilayah kantong kemiskinan.

Lebih lanjut, Widy memaparkan sejumlah program konkret yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. 

Di antaranya perbaikan 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemberian bantuan sosial “Lebak Sejahtera” bagi 4.239 penyandang disabilitas, serta pemberdayaan ekonomi bagi keluarga miskin di sektor produktif.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar juga terus diperkuat, seperti penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tiga lokasi serta pembangunan jaringan perpipaan di 14 kawasan perdesaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Pemerintah daerah juga membangun sarana sanitasi berupa kamar mandi dan tangki septik di lima lokasi.

Di sektor kesehatan, Pemkab Lebak turut memberikan perlindungan melalui bantuan iuran jaminan kesehatan bagi 186.146 warga yang terdaftar sebagai peserta PBPU dan BP kelas III.

Widy menambahkan, keberhasilan penurunan angka kemiskinan tersebut tidak hanya berasal dari program pemerintah daerah, tetapi juga dukungan berbagai pihak.

“Kami menyadari bahwa selain melalui pelaksanaan program pemerintah daerah, kontribusi beragam stakeholder juga sangat berperan dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Lebak,” ucapnya.

Dengan tren penurunan yang terus terjadi, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis berbagai program yang telah berjalan dapat semakin mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.(*)

Tombol Google News

Tags:

Tren Kemiskinan Kabupaten Lebak Turun pada 2025 Bapperida Lebak Widy Ferdian ketik.com banten