KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tiba di Seoul, Republik Korea, Selasa malam, 31 Maret 2026 dalam rangka kunjungan kenegaraan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan Udara Militer Seongnam sekitar pukul 19.15 waktu setempat. Setibanya di lokasi, Presiden langsung mengikuti prosesi penyambutan resmi dengan upacara kehormatan.
Prabowo menerima penghormatan dari pasukan jajar kehormatan yang terdiri atas 20 personel. Suasana semakin khidmat dengan 21 dentuman meriam salvo sebagai simbol penghormatan kenegaraan.
Sejumlah pejabat tinggi turut menyambut kedatangan Prabowo. Dari pihak Korea Selatan hadir Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Kim Sungwhan, Duta Besar Designate Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soongu, serta Kepala Protokol Negara Kim Tae-jin. Sementara dari pihak Indonesia, hadir Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan dan Atase Pertahanan RI di Seoul Kolonel Penerbang Muhammad Arif.
Usai menjalani prosesi penyambutan, Prabowo melanjutkan perjalanan menuju hotel tempatnya bermalam di Seoul. Kedatangan Presiden di hotel tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Korea Selatan.
Dua anak Indonesia yang mengenakan pakaian tradisional tampak berdiri rapi untuk menyambut Presiden. Keduanya menyerahkan rangkaian bunga sebagai tanda selamat datang, yang diterima Prabowo dengan senyum dan apresiasi.
Antusiasme juga terlihat dari para diaspora Indonesia yang hadir. Khairul, mahasiswa magister di Korea Advanced Institute of Science and Technology, mengaku bangga bisa bertemu langsung dengan Presiden. Ia bahkan sempat berbincang singkat dan mendapat motivasi untuk menyelesaikan studinya.
“Tadi beliau tanya saya belajar di mana. Kemudian beliau juga menyemangati saya untuk bisa menyelesaikan studi saya,” ujar Khairul.
Hal serupa disampaikan Pujianti, mahasiswa doktoral di Seoul National University asal Nusa Tenggara Timur. Ia mengaku terharu karena bisa bertemu langsung dengan Presiden di luar negeri.
“Terus terang sangat bangga karena saya berasal dari Nusa Tenggara Timur yang sangat sulit untuk ke Jakarta untuk melihat Bapak Presiden. Tapi saya bisa bertemu dengan Bapak Presiden di tempat saya menuntut ilmu. Jadi saya sangat bangga sekali,” tuturnya.
Sementara itu, Rima, diaspora Indonesia yang telah lama menetap di Korea Selatan, juga mengungkapkan rasa haru dan bahagianya. Ia mengaku tak bisa tidur sejak sehari sebelumnya karena antusias menyambut kedatangan Presiden.
“Dari kemarin itu saya sampai tidak bisa tidur. Luar biasa sekali. Suatu kehormatan saya bisa diundang oleh KBRI untuk hadir menyambut Bapak,” ucap Rima.
Ia berharap hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat kedua negara.
Selama berada di Seoul, Prabowo dijadwalkan menjalani sejumlah agenda penting, termasuk upacara penyambutan kenegaraan oleh Presiden Republik Korea di Blue House.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Korea Selatan, sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan teknologi.
Sebelumnya, Prabowo bersama rombongan bertolak dari Bandar Udara Haneda, Jepang, pada pukul 17.15 waktu setempat, setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan resmi. Dalam agenda tersebut, Presiden melakukan pertemuan dengan Kaisar Jepang Naruhito serta Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
