KETIK, SURABAYA – Aurélie mengungkapkan bahwa memoarnya, Broken Strings, mulai dilirik oleh sejumlah production house (PH) dan berpotensi diadaptasi menjadi film layar lebar.
Ia menyebutkan bahwa beberapa rumah produksi telah menyatakan ketertarikannya untuk mengangkat memoar tersebut ke dalam bentuk film maupun serial. Aurélie berharap adaptasi Broken Strings nantinya dapat dibuat sebagai film atau serial terbatas agar pesan ceritanya bisa tersampaikan dengan lebih kuat dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Melalui Instagram pribadinya, Aurélie mengaku antusias saat dihubungi oleh beberapa PH yang menyampaikan ketertarikan mereka, sesuatu yang ia akui terjadi di luar dugaannya.
Sebelum sejumlah rumah produksi menghubungi Aurélie terkait rencana adaptasi film atau serial, ia juga tengah merampungkan Broken Strings versi fisik. Prosesnya kini telah memasuki tahap akhir, mulai dari penyuntingan hingga proofreading.
Broken Strings merupakan memoar pribadi yang ditulis oleh Aurélie Moeremans, aktris dan penyanyi Indonesia–Belgia. Buku ini dirilis pada 10 Oktober 2025 dan kembali viral di awal 2026 setelah Aurélie membagikan tautan bacanya melalui media sosial. Memoar ini ditulis tanpa editor profesional dan dibagikan secara gratis dalam bentuk e-book, dengan pilihan bahasa Indonesia dan Inggris, melalui laman pribadi milik Aurélie.
Buku ini mengisahkan pengalaman nyata Aurélie sebagai korban child grooming saat usianya masih 15 tahun. Ia menceritakan hubungannya yang manipulatif dengan seorang pria dewasa yang kemudian terbukti berbahaya dan tidak sehat. Dalam memoar ini, Aurélie juga mengungkap pengalaman manipulasi emosional, pelecehan, kontrol psikologis, serta tekanan mental yang ia hadapi selama masa remajanya.
Broken Strings tidak hanya menyoroti fase kelam dalam hidup Aurélie, tetapi juga menjadi bagian dari proses penyembuhan dan refleksi dirinya, sekaligus ajakan bagi pembaca untuk lebih waspada terhadap hubungan yang tidak sehat. (*)
