KETIK, JAKARTA – Performa Ducati di MotoGP 2026 memang mulai dipertanyakan. Namun bagi pihak internal tim, masalah utamanya ternyata bukan semata soal motor.
Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, justru menyoroti satu faktor kunci: kondisi Marc Marquez yang dinilai belum sepenuhnya pulih.
Dilansir dari GPone, Tardozzi menegaskan bahwa motor Ducati memang tidak lagi sedominan sebelumnya. Tapi menurutnya, itu bukan inti persoalan yang sebenarnya.
“Ducati tidak lagi dominan, tapi bukan itu masalahnya. Menurut saya, Marc belum 100%,” ujarnya.
Pernyataan ini cukup menarik, mengingat Marquez selama ini dikenal sebagai pembalap yang mampu “menutupi” kekurangan motor dengan kemampuannya.
Tardozzi bahkan memberikan gambaran konkret soal performa sang juara dunia. Dalam momen tertentu di balapan, Marquez masih menunjukkan level elite, namun belum konsisten sepanjang race.
Ia mampu memangkas jarak hingga delapan persepuluh detik dalam beberapa lap saat mengejar rival.
Artinya, potensi itu masih ada. Hanya saja, kondisi fisik atau adaptasi belum memungkinkan Marquez untuk mempertahankan performa tersebut secara penuh dari awal hingga akhir.
Situasi ini semakin relevan jika melihat latar belakang cedera yang sempat dialami Marquez sebelumnya. Setelah musim 2025 yang terganggu karena masalah fisik, proses kembali ke performa terbaik memang tidak instan.
Bagi Ducati, ini jadi dilema tersendiri. Di satu sisi, mereka tidak lagi memiliki keunggulan dominan seperti musim-musim sebelumnya. Di sisi lain, mereka masih sangat bergantung pada sosok Marquez untuk membuat perbedaan.
Namun seperti yang ditegaskan Tardozzi, ketika Marquez benar-benar mencapai kondisi terbaiknya, hasilnya bisa langsung terlihat.
Dan itu mungkin jadi “peringatan” bagi rival: Ducati belum habis mereka hanya menunggu satu hal, yaitu Marquez kembali ke versi 100 persen.
Seperti diketahui, pada GP Amerika kemarin Marquez hanya sanggup finis di posisi kelima.(*)
