APBN Solid di Tengah Volatilitas Global, Purbaya Yakin Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5,4 Persen

8 Januari 2026 22:19 8 Jan 2026 22:19

Thumbnail APBN Solid di Tengah Volatilitas Global, Purbaya Yakin Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5,4 Persen

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memberi hormat kepada Presiden Prabowo Subianto saat acara retret di Hambalang (Foto Dok. Kemenkeu)

KETIK, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi sementara APBN 2025 dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026.

Ia membeberkan realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari outlook laporan semester sebesar Rp2.865,5 triliun.

Realisasi tersebut ditopang penerimaan perpajakan Rp2.217,9 triliun. Terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun, serta sisanya dari kepabeanan dan cukai.

Sementara realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp534,1 serta penerimaan hibah sebesar Rp4,3 triliun.

Adapun belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari outlook laporan semester yang sebesar Rp3.527,5 triliun. 

Pengeluaran tersebut meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.602,3 triliun dan transfer ke daerah yang telah disalurkan sebesar Rp849 triliun. 

“Dalam kondisi yang volatile di tahun 2025, APBN menjadi instrumen kebijakan yang antisipatif dan responsif menghadapi perkembangan dinamika global dan domestik,” ungkap Purbaya.

Menkeu Purbaya menegaskan akan terus melakukan berbagai langkah reformasi untuk meningkatkan kualitas APBN, mulai pendapatan, belanja hingga pembiayaan.

Pengeluaran negara akan dirancang secara fleksibel untuk mendukung berbagai program unggulan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lewat strategi tersebut, defisit anggaran pada penutupan tahun berhasil ditekan hingga angka Rp695,1 triliun, atau tetap berada dalam batas aman sebesar 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kita tahu ekonomi kita sedang mengalami downtrend, turun ke bawah. Kita harus memberikan stimulus ke perekonomian,” lanjut mantan Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut.

“Ini wujud dari komitmen pemerintah untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh secara berkesinambungan tanpa membahayakan APBN,” tegas Purbaya.

Purbaya optimismis pertumbuhan ekonomi bisa didorong ke level yang lebih tinggi dengan menekan defisit pada tahun 2026.

“Tahun ini kita asumsikan pertumbuhan ekonominya 5,4 persen, tapi kita akan coba tekan ke level yang lebih tinggi lagi,” tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kemenkeu pertumbuhan Ekonomi APBN Menkeu Purbaya