Bansos Perdana 2026! Gubernur Khofifah Kucurkan Rp7,7 Miliar untuk Warga Pasuruan

18 Februari 2026 13:53 18 Feb 2026 13:53

Thumbnail Bansos Perdana 2026! Gubernur Khofifah Kucurkan Rp7,7 Miliar untuk Warga Pasuruan

Gubernur Khofifah dalam kegiatan Sapa Banson 2026 yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pasuruan. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, PASURUAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa salurkan bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dengan total nilai Rp7.735.250.000. Penyaluran tersebut dilakukan dalam kegiatan Sapa Bansos yang digelar di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Selasa 17 Februari 2026.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bansos perdana pada Tahun Anggaran 2026 dan menjadi bagian dari upaya terintegrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan sosial serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada penyaluran dana, melainkan disusun dalam desain besar pembangunan yang menggabungkan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi desa.

“Ini adalah bansos pertama di tahun anggaran 2026, bansosnya kita bangun sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, maka tadi ada juga BK untuk Bumdes, ada juga BK untuk Jatim Puspa,” ujarnya.

Ia menilai, penanggulangan kemiskinan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan penguatan jaring pengaman sosial dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Perlindungan sosial kita kuatkan, desa kita berdayakan, agar masyarakat naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Dari total anggaran Rp7.735.250.000, alokasi Tahap I Tahun 2026 yang disalurkan di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp4.589.450.000. Dana tersebut bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, serta dukungan BUMD Jawa Timur.

Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I, bantuan disalurkan kepada 1.747 keluarga penerima manfaat dengan besaran Rp500.000 per keluarga, sehingga total anggaran mencapai Rp873.500.000. Program PKH Plus akan disalurkan dalam empat tahap dengan total bantuan tahun 2026 di Kabupaten Pasuruan sebesar Rp3.494.000.000.

Selain itu, Bantuan Sosial Kemiskinan Ekstrem Tahap I disalurkan kepada 1.503 jiwa dengan total anggaran Rp2.254.500.000. Program ini menjadi bagian dari percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem berbasis data yang terverifikasi.

Pada sektor disabilitas, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) Tahap I diberikan kepada 83 penerima, dengan setiap orang mendapat Rp900.000 dari total bantuan Rp74.700.000. Selama empat tahap penyaluran, total anggaran ASPD mencapai Rp298.800.000.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan melalui Program KIP Putri Jawara sebesar Rp300.000.000 kepada 100 penerima manfaat, masing-masing Rp3.000.000, guna mendorong lahirnya wirausaha perempuan yang mandiri.

Sementara itu, KIP PPKS Jawara disalurkan sebesar Rp30.000.000 kepada 10 penerima manfaat dengan besaran Rp3.000.000 per orang untuk memperkuat kapasitas usaha kelompok pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial.

Penguatan pilar sosial juga menjadi perhatian. Pada Tahap I, bantuan diberikan kepada 182 penerima dengan total Rp100.400.000, dan selama empat tahap penyaluran total dukungan mencapai Rp401.600.000.

Dalam rangka memperkuat ekonomi desa, bantuan sebesar Rp941.350.000 disalurkan melalui program BUMDesa, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa. Program tersebut turut diperkuat dengan zakat produktif BUMD senilai Rp15.000.000 yang diberikan kepada 30 penerima manfaat.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Kalau desa kuat, ekonomi daerah akan kuat. Kalau keluarga rentan kita jaga, maka stabilitas sosial terjaga. Inilah desain besar pembangunan Jawa Timur dalam pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa melalui intervensi yang terukur, konsisten, serta kolaborasi lintas sektor, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pasuruan dapat ditekan.

“Kita bergerak bersama, dari provinsi sampai desa. Dengan sinergi yang solid, insya Allah masyarakat Pasuruan semakin sejahtera dan semakin mandiri,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kam. Ini juga memberikan semangat dan harapan baru bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Jawa timur Pasuruan Gubernur Jawa Timur dana bantuan bansos Sosial Bantuan Sosial Ekonomi