Antisipasi Demo, Sekolah di Kota Malang Terapkan Belajar Setengah Hari dan Daring

Siswa PAUD-SMP Sekolah Setengah Hari, SMA/SMK Belajar Daring

31 Agustus 2025 20:59 31 Agt 2025 20:59

Thumbnail Antisipasi Demo, Sekolah di Kota Malang Terapkan Belajar Setengah Hari dan Daring
Ilustrasi siswa sekolah di Kota Malang. Pemberlakuan jam belajar imbas rencana aksi Senin besok. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Instansi pendidikan di Kota Malang telah menyusun skema pembelajaran khusus sebagai antisipasi terhadap rencana aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang pada Senin, 1 September 2025.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengimbau siswa PAUD hingga SMP untuk menjalani pembelajaran setengah hari. Sementara itu, siswa SMA/SMK sederajat akan melaksanakan pembelajaran daring (online).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana menjelaskan jam pembelajaran PAUD/TK, SD, dan SMP dibatasi hingga pukul 11.30 WIB.

"Kami sudah mengambil kebijakan untuk sekolah jenjang PAUD/TK sampai SMP tetap masuk seperti biasa. Tapi kami batasi maksimal pulang jam 11.30 WIB saja," ujar Suwarjana, Minggu, 31 Agustus 2025.

Menurutnya, kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ketidakpastian dalam aksi yang dijadwalkan pada Senin. Kebijakan ini merupakan respons atas kericuhan yang terjadi pada aksi-aksi sebelumnya di beberapa daerah.

Kebijakan ini bersifat sementara dan hanya berlaku pada Senin besok.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Apabila anak tidak kunjung pulang, orang tua diminta untuk segera menghubungi pihak sekolah. Begitu pula jika anak tidak masuk sekolah, orang tua diharapkan dapat menginformasikan kondisinya kepada wali kelas untuk kemudian dikonfirmasi.

"Kami juga telah meminta untuk guru di sekolah ikut melakukan pengawasan dan pemantauan. Jadi tidak hanya guru, tapi orang tua juga harus memantau anaknya. Harus tahu posisi anaknya di mana kalau jam pulang tidak di rumah," tegasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Hastini Ratna Dewi, menjelaskan bahwa siswa SMA/SMK akan menjalani pembelajaran daring. Selama kegiatan belajar, mereka diwajibkan untuk membagikan lokasi mereka secara waktu nyata (real-time) setiap tiga jam sekali.

"Pelayanan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, khusus tanggal 1 September 2025 dilaksanakan secara daring dengan pantauan, baik dari orang tua, guru dan wali kelas," ujar Dewi.

Ia juga mengimbau agar siswa SMA dan SMK tidak mudah terpengaruh pada tindakan provokatif dan anarkis. 

"Kepada semua wali murid mohon kerja sama untuk melaporkan dan memastikan putra putrinya benar-benar melaksanakan pembelajaran dari rumah," tegasnya.

Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Achmad Shampton, juga mengeluarkan imbauan agar seluruh madrasah, yang mencakup Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MAN), melaksanakan pembelajaran secara daring pada hari Senin.

"Kegiatan belajar mengajar secara daring dan selama kegiatan pembelajaran daring supaya dipastikan anak anak berada di rumah," tutur Shampton. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kota Malang Demo Kota Malang Siswa SD Siswa Sekolah Belajar Daring Malang Demo DPR