KETIK, BATU – Perumdam Among Tirto Kota Batu bergerak cepat menangani kerusakan jaringan pipa di tengah puncak arus libur Tahun Baru 2026. Kerusakan jaringan pipa utama ini terletak di Jalan Brantas, tepat di sisi Klenteng Kota Batu.
Kerusakan pipa yang mengganggu distribusi air bersih bagi sekitar 5.000 sambungan rumah (SR) diketahui terjadi pada Kamis malam, 1 Januari 2026, dan langsung menjadi perhatian.
Karena menyangkut jaringan pipa lama yang rawan mengalami gangguan, terlebih berada di jalur lalu lintas dengan intensitas kendaraan tinggi.
Direktur Utama Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, menjelaskan pipa yang bocor merupakan pipa jenis ACP berbahan asbes dengan diameter 10 dim yang telah berusia tua.
“Pipa ini termasuk jaringan yang paling kami khawatirkan jika terjadi gangguan karena suku cadangnya sudah tidak tersedia. Lokasinya juga berada di Jalan Brantas yang padat kendaraan. Getaran lalu lintas saat libur panjang diduga membuat pipa tidak mampu menahan tekanan hingga akhirnya pecah,” ujar Achmad Yusuf saat ditemui di lokasi perbaikan, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, kebocoran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 21.00 WIB. Tim teknis Perumdam kemudian melakukan penelusuran hingga titik kerusakan berhasil diidentifikasi pada pukul 04.00 WIB setelah dilakukan penggalian dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
Achmad Yusuf yang akrab disapa Gendon menegaskan bahwa proses perbaikan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Setelah penyambungan pipa selesai, distribusi air harus dinormalkan secara bertahap untuk menghindari potensi kerusakan pada jaringan lain.
“Air tidak bisa langsung dibuka penuh. Kami harus melakukan flushing untuk membuang udara di dalam pipa, kemudian membuka aliran secara perlahan. Jika dipaksakan, berisiko menimbulkan kebocoran baru atau merusak jaringan tersier,” tegasnya.
Perbaikan pipa ACP berdiameter 10 dim yang mengalir dari sumber Banyuning menuju Tandon Abdulgani ditargetkan rampung pada hari yang sama dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 6 hingga 8 jam. Namun, proses normalisasi suplai air diperkirakan memerlukan waktu hingga 2x24 jam.
Sejumlah wilayah terdampak gangguan aliran air bersih, di antaranya Jalan Brantas, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudarno, Jalan Kartini, Jalan WR Supratman, Jalan Abdul Gani, Jalan Suropati, Jalan Karate, Jalan Lestari, Jalan Utomorejo, Jalan Kapten Ibnu, Jalan Diran, Jalan Agus Salim, Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro Gang 3, Jalan Sudiro, hingga Jalan Muhammad Sahar.
“Saat ini fokus kami adalah penyambungan pipa dan persiapan uji tekanan. Aliran air akan dinormalkan secara bertahap setelah dinyatakan aman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan serta mengapresiasi kesabaran dan pengertian selama proses perbaikan berlangsung,” pungkas Gendon. (*)
