Dindik Kota Batu Minta Sekolah Tetap Optimal Selama Ramadan, Fokus Penguatan Karakter

20 Februari 2026 12:51 20 Feb 2026 12:51

Thumbnail Dindik Kota Batu Minta Sekolah Tetap Optimal Selama Ramadan, Fokus Penguatan Karakter

Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Seluruh sekolah di Kota Batu diminta tetap mengoptimalkan proses pembelajaran selama Ramadan. Selain menjaga capaian akademik, Dinas Pendidikan juga mendorong penguatan iman, kepedulian sosial, serta pembentukan karakter siswa selama bulan suci.

Dinas Pendidikan Kota Batu memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan ibadah puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas layanan pendidikan maupun prestasi peserta didik.

Ia menyampaikan, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh insan pendidikan, mulai jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Semangat belajar siswa dan kinerja guru diharapkan tetap terjaga, bahkan meningkat.

“Ramadan tidak boleh menjadi alasan turunnya produktivitas. Sebaliknya, ini merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan sosial, dan kinerja kita bersama,” ujar Alfi, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurutnya, Ramadan tahun ini harus memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Kota Batu. Salah satu fokus utama adalah penguatan karakter peserta didik melalui sejumlah program yang terarah.

“Lima aspek yang perlu ditekankan meliputi penguatan iman dan takwa, peningkatan produktivitas, kepedulian sosial, prestasi, serta kedisiplinan,” jelasnya.

Alfi menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan hendaknya dikemas dalam suasana yang menyenangkan. Mengingat Ramadan hanya berlangsung satu bulan dalam setahun, momen tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengurangi esensi pembelajaran di kelas.

Beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan di sekolah antara lain pembiasaan membaca Al-Qur’an selama 10-20 menit sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan salat berjamaah, latihan ceramah singkat atau kultum oleh siswa, hingga program Pondok Ramadan.

Ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan, termasuk orang tua, untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan tambahan selama Ramadan tidak boleh mengganggu proses inti belajar mengajar.

“Jadikan Ramadan sebagai momentum untuk mengisi ulang kekuatan mental dan spiritual kita semua tanpa menurunkan kualitas pembelajaran,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Dinas Pendidikan Kota Batu Pembelajaran Masa Ramadan Penguatan Karakter Siswa Kota Batu