KETIK, MALANG – Wahai rakyat Indonesia, kalian pasti merasa sesak dan geram dengan berita yang beredar tentang kondisi negara dan pemerintahan saat ini.
Rasanya seperti berjalan di tengah ketidakpastian, masa depan seolah tampak semakin buram.
Menjaga jiwa raga tetap sehat dan waras, mungkin terdengar sulit.
Mengingat kekecewaan demi kekecewaan telah menyelimuti hati dan pikiran.
Namun jangan mau dikalahkan dengan keadaan. Rehat sejenak memang sangat disarankan, namun jangan lupa untuk tetap bangkit.
Terkadang, ketika pemerintah tak lagi dapat diandalkan, yang bisa dilakukan adalah saling menjaga sesama warga.
Di tahun 2026 ini waktunya kita berbenah diri meskipun kondisi pemerintahan sedang carut-marut. Simak tipsnya!
1. Lebih Cinta Lingkungan
Ancaman kerusakan lingkungan terus menghantui manusia Indonesia. Bencana alam bukan lagi sekadar akibat dari siklus alamiah bumi atau faktor cuaca semata.
Namun dampak nyata dari aksi culas manusia yang tanpa pikir panjang melakukan eksploitasi sjmber daya demi mengeruk keuntungan pribadi.
Ketika pemerintah abai terhadap kelestarian alam, masyarakat harus bersatu melalui inisiatif bersama meskipun hanya dengan gerakan kecil.
Cinta lingkungan tidak lagi hanya persoalan gaya hidup, namun mekanisme untuk bertahan hidup.
2. Belajar Berpikir Kritis
Jangan mau dimanfaatkan oleh pejabat negara atau daerah hanya sebagai komoditas tiap 5 tahun sekali.
Belajarlah, perbanyaklah membaca, dan berdiskusi untuk membuka pikiran agar lebih kritis.
Pikiran rakyat yang kritis, dapat menjadi ancaman bagi pejabat-pejabat yang hanya melakukan pencitraan dan menebar janji manis.
Cari tahu kebijakan apa saja yang ditetapkan oleh pemerintah dan siapa yang terdampak akibat penerapan kebijakan tersebut.
Jangan hanya diam, atau akan semakin banyak ramyat Indonesia yang dirugikan.
3. Teruslah Kritik Pemerintah
Hak berdemokrasi bukan sekadar berlaku ketika pemilihan suara. Rakyat memiliki hak untuk mengkritik segala tingkah laku dan kebijakan yang diambil ileh pemerintah.
Kritik bukanlah kebencian, namun bukti kepedulian rakyat terhadap negaranya.
Kritik tak hanya disampaikan melalui aksi demo, namun dapat disalurkan nelalui berbagai cara.
Mulai dari tulisan, karya seni, karya sastra, postingan di media sosial, dan lainnya.
Apabila kritik justru dianggao sebagai ancaman, maka rakyat dapat menilai sendiri bagaimana kualitas para pejabat dan pemimpinnya.
4. Investasi untuk Menghadapi Inflasi dan Kejaran Pajak
Ketidakstabilan ekonomi dalat terjadi kapan saja dan berdampak pada siapa saja.
Inflasi, tingginya harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pungutan pajak yang semakin agresif tentu akan terus membayangi.
Kita saat ini dituntut cerdik dalam mengelola aset maupun keuangan.
5. Bangun Solidaritas Kaum Tertindas
Ketika negara dirasa absen dalam menjamin keamanan rakyatnya, maka bangunlah solidaritas.
Sudah saatnya rakyat jaga rakyat. Kekuatan kolektif dinilai jauh lebih besar dampaknya dibandingkan perjuangan individu.
Salah satu hal yang dapat dilakukan ialah dengan berdonasi untuk kepentingan rakyat.(*)
normal_ketik-mobile.png)