KETIK, SURABAYA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya mengungkap fakta mencengangkan masih ada sekitar seribu warga yang sudah meninggal dunia, namun akta kematiannya belum dilaporkan.
Kondisi ini bukan sekadar masalah administrasi, tetapi bisa menimbulkan kekacauan dalam akurasi data kependudukan hingga berimbas pada penyaluran bantuan sosial (bansos).
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan banyak warga sengaja tidak melaporkan kematian anggota keluarganya karena faktor sosial, terutama ketakutan kehilangan hak bansos.
“Kita masih menyisakan sekitar seribu orang yang datanya itu meninggal, tapi belum dilaporkan akta kematiannya. Nah, ini rata-rata motivasinya itu adalah karena sosial,” ujar Eddy Christijanto, Senin 6 Oktober 2025.
Eddy menepis anggapan tersebut. Menurutnya, bansos tetap bisa diteruskan kepada ahli waris yang sah, sehingga tidak ada alasan untuk menunda pelaporan.
“Nanti kalau dilaporkan, (mereka) takut bansos hilang. Ini padahal sebenarnya dari Kementerian Sosial (Kemensos) termasuk dari Dinas Sosial sendiri ketika orang itu meninggal, bisa diturunkan kepada istri atau ahli warisnya,” jelasnya.
Selain faktor sosial, sebagian warga juga enggan mengurus karena merasa repot. Padahal, tegas Eddy, seluruh layanan administrasi kependudukan (adminduk) kini sudah berbasis daring.
“Yang malas mengurus (adminduk) juga ada. Makanya kita buat pelayanan online, jadi sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi untuk malas. Di rumah pun bisa, melakukan pengurusan dengan android KNG Mobile, semua pelayanan kependudukan ada di situ,” terangnya.
Mulai dari pembuatan Kartu Keluarga (KK), perubahan status perkawinan, hingga akta kematian bisa dilakukan cukup lewat ponsel.
“Bisa dan lebih mudah. Jadi tidak perlu datang ke kantor kelurahan, tidak perlu ke Mal Pelayanan Publik Siola, cukup dari rumah,” tegas Eddy.
Eddy menekankan, keteraturan adminduk tidak hanya terkait bansos, tapi juga menyangkut layanan publik lain.
Data yang tidak akurat bisa menghambat pemerintah dalam melakukan intervensi saat warga menghadapi musibah maupun kebutuhan mendesak.
“Jadi ini juga diperlukan ketika mengalami permasalahan, baik musibah dan lain sebagainya, pemerintah bisa melakukan intervensi, tepat sasaran sesuai dengan alamat. Tapi kalau alamatnya tidak sesuai, ini kita akan kesulitan,” paparnya.
Eddy meminta warga disiplin memperbarui seluruh data kependudukan, mulai dari pendidikan, perkawinan, kelahiran, kematian, hingga golongan darah.
“Warga Surabaya kami mohon untuk tertib adminduk dengan melakukan update data kependudukan. Kita sudah memfasilitasi dengan semua pelayanan online. Kalau android bisa di KNG Mobile, IOS bisa di website Dispendukcapil Kota Surabaya,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan warga yang berpindah domisili agar segera melaporkan perubahan tempat tinggal agar data tetap valid.
“Sehingga data njenengan (anda) itu bisa betul-betul update dan bicara ketika itu dipakai pemerintah kota di dalam rangka perencanaan pembangunan dan pengalokasian anggaran,” pungkas Eddy. (*)
1.000 Data Kematian Belum Dilaporkan, Dispendukcapil Surabaya Ingatkan Dampak Serius Terhadap Bansos dan Layanan Publik
6 Oktober 2025 20:14 6 Okt 2025 20:14
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)
Trend Terkini
4 Januari 2026 02:01
Indonesia Makin Mendunia, Dua Hotel Tembus Hotel Terbaik Dunia 2026
6 Januari 2026 16:05
Oknum Kepala Desa di Kesamben Jombang Digerebek dalam Kamar Hotel Mojokerto Bersama Perempuan Diduga Staf PMD
5 Januari 2026 05:10
Lebih Mudah dan Hemat, TransJatim Jadi Tren Baru Wisatawan Menuju Kota Batu
7 Januari 2026 21:50
Hadirkan Nuansa Alam Malang Selatan, Grand Miami Hotel Jadi Favorit Wisatawan untuk Beristirahat di Kepanjen
3 Januari 2026 13:26
Dipecat Tapi Tetap Bekerja, Nasib 62 Tenaga Kebersihan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Menggantung
Tags:
dispendukcapil Surabaya Bansos Surabaya Pemkot Surabaya data dispendukcapil bansos surabayaBaca Juga:
Jemaah Masjid Al-Akbar Surabaya Salurkan Bantuan Bencana SumateraBaca Juga:
PP Muhammadiyah Tegaskan Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi OrganisasiBaca Juga:
Cuaca Kota Surabaya 9 Januari 2026 Diprakirakan Hujan Ringan, Kediri Hujan PetirBaca Juga:
Edukasi Hadapi Bencana, Siswa TK DWP Waru Kunjungi Tenpina BPBD Jatim di Awal 2026Baca Juga:
Kota Surabaya dan Blitar Diprakirakan Hujan Ringan 8 Januari 2026, Cek Info Cuaca Jawa TimurBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
