KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara apresiasi bagi sekolah dan dinas yang terlibat dalam Buka Puasa Bersama (Bukber) Akbar serta pemberian hadiah kurma dari Raja Salman di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Senin, 23 Februari 2026.
Selain piagam penghargaan, sekolah-sekolah yang hadir juga menerima mushaf Al-Qur'an eksklusif dari Raja Salman yang dicetak langsung di Madinah.
Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada para kepala sekolah dan perwakilan OPD terkait.
Diantara belasan sekolah yang mendapat penghargaan, salah satu sekolah tersebut ialah SMK Negeri 1 Surabaya.
Sebab, sebanyak 700 siswa bersama 50 guru pendamping sebelumnya telah didelegasikan menghadiri kegiatan Bukber Akbar Jatim sebagai bentuk dukungan.
Saat ditemui tim Ketik.com, Kepala SMKN 1 Surabaya, Dr. Drs. Anton Sujarwo, M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolahnya merupakan penugasan resmi dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo-Surabaya.
“SMK 1 dilibatkan dalam kegiatan Ibu Gubernur buka bersama. Itu adalah penugasan yang diberikan oleh Bapak Kepala Dinas melalui Kepala Cabang Dinas Wilayah Sidoarjo Kota Surabaya,” ujar Anton.
Anton menjelaskan, perwakilan dari SMK Negeri 1 Surabaya yang hadir terdiri dari siswa kelas 10 didampingi wali kelas masing-masing. Selain itu, 15 anggota Pramuka inti beserta satu pembina juga dikerahkan untuk membantu teknis pelaksanaan acara di lapangan.
Ia menilai kegiatan ini sangat krusial dalam membangun karakter siswa. “Saya rasa perlu, karena ini untuk membangun silaturahmi di bulan Ramadan agar nilai-nilai keagamaan bisa tertanam dengan baik kepada anak-anak,” ucapnya.
Sementara itu, guru SMKN 1 Surabaya, Husnun Niam, S.H., S.Pd., menceritakan suasana khidmat saat acara di Masjid Al Akbar berlangsung.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, lantunan Asmaul Husna, sambutan Gubernur Khofifah, hingga santunan. Namun, ia mencatat bahwa membeludaknya jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri.
“Yang paling mengesankan adalah jumlahnya. Karena saking banyaknya peserta, kondisi di lapangan menjadi sangat padat,” ujar Husnun.
Ia berharap kedepannya koordinasi lapangan bisa lebih ditingkatkan agar tetap kondusif meski melibatkan massa dalam jumlah besar.
“Antusiasmenya sangat bagus, tetapi karena jumlahnya membeludak, tidak semuanya bisa dikondisikan dengan sempurna,” tambahnya.
Baik Anton maupun Husnun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan persiapan yang lebih matang.
Selain mempererat silaturahmi antarpelajar, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Kegiatan buka bersama seperti ini diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya penguatan nilai keagamaan dan karakter pelajar di bulan suci Ramadan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk ikatan antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta pengamalan nilai-nilai keagamaan di kalangan peserta didik. (*)
