KETIK, PROBOLINGGO – Banyak orang mengira darah yang didonorkan langsung diberikan ke pasien. Padahal, ada proses penting yang harus dilalui agar darah benar-benar aman digunakan. Demikian dikatakan Ketua PMI Kota Probolinggo, Mega Guntara.
Setelah diambil dari pendonor, darah tidak langsung dipakai. Pertama, darah akan diperiksa di laboratorium. “Pemeriksaan ini untuk memastikan darah bebas dari penyakit menular seperti HIV, hepatitis, dan infeksi lainnya,” katanya, saat dijumpai Ketik.com di kantor PMI Kota Probolinggo, Selasa 14 April 2026 pagi.
Setelah dinyatakan aman, darah kemudian diolah. Satu kantong darah, lanjut Mega, biasanya dipisah menjadi beberapa komponen. Seperti sel darah merah, plasma, dan trombosit. Tujuannya agar satu donor bisa membantu lebih dari satu pasien, sesuai kebutuhan medis.
Selanjutnya, darah disimpan dalam suhu tertentu. Misalnya, sel darah merah disimpan dalam suhu dingin, sementara trombosit disimpan dengan cara khusus agar tetap aktif. “Setiap komponen darah punya masa simpan yang berbeda,” ujarnya.
Masih kata pria juga menggeluti dunia garmen itu, jika ada permintaan dari rumah sakit, darah akan didistribusikan sesuai golongan dan kebutuhan pasien. “Proses ini harus cepat dan tepat, karena menyangkut keselamatan nyawa,” sergahnya.
“Karena itu, penanganan darah tidak bisa sembarangan. Mulai dari pengambilan, pemeriksaan, penyimpanan, hingga distribusi, semua dilakukan dengan standar ketat agar darah yang diberikan benar-benar aman dan bermanfaat,” imbuhnya.
Di lain pihak, PMI Kota Probolinggo, hingga kini terus berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat melalui tiga unit utamanya. Yakni unit donor darah (UDD), unit klinik dan instalasi farmasi, serta unit markas.
Unit Donor Darah PMI berperan penting dalam penyediaan darah bagi kebutuhan medis. Menurut pria juga aktif di sejumlah ormas itu, Layanan donor dilakukan baik di dalam gedung maupun melalui mobil unit yang mendatangi masyarakat.
“Saat ini, PMI Kota Probolinggo melayani kebutuhan darah untuk 11 rumah sakit dan klinik di wilayah kota dan kabupaten. Jenis darah yang disediakan meliputi whole blood (WB), packed red cell (PRC), dan trombosit (TC),” terangnya, Selasa 14 April 2026, siang.
Selain itu, PMI juga memenuhi permintaan dropping darah ke bank darah rumah sakit. Kesadaran masyarakat untuk donor darah, lanjut Mega, juga meningkat.
Hal ini terlihat dari terbentuknya 356 kelompok donor darah berasal dari instansi, sekolah, hingga masyarakat umum. Terbukti dengan di perolehnya Rekor MURI Kota Probolinggo sebagai Kota Dengan Kelompok Donor Darah terbanyak.
Sementara itu, Unit Klinik PMI memberikan layanan kesehatan selama 24 jam. Pelayanan yang tersedia cukup lengkap, mulai dari poli umum, poli gigi, tindakan medis ringan, laboratorium, hingga layanan khitan dengan berbagai metode,disamping layanan khitan gratis Jumat Berkah yang dilaksanakan setiap hari Jumat.
“Nah klinik ini juga melayani pasien BPJS maupun umum. Masyarakat juga bisa melakukan konsultasi secara online,” kata Mega.
Untuk diketahui, pada akhir 2023 lalu, Klinik PMI Kota Probolinggo, mendapatkan akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan.
Di sisi lain, berbagai kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan khitan massal juga rutin digelar setiap tahun. Unit Markas PMI, kata pria penghobi burung berkicau itu, memiliki peran penting dalam kegiatan kemanusiaan.
Termasuk Penanganan Bencana dan Posko Pertolongan Pertama pada setiap event yang di prakarsai pemerintah maupun lapisan masyarakat.“PMI ini juga aktif membina relawan melalui kegiatan PMR, KSR, dan TSR,” jelas Mega.
Tak hanya itu, layanan ambulans gratis PMI juga menjadi salah satu fasilitas yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Ambulans medis maupun jenazah tersedia 24 jam, termasuk untuk rujukan luar kota.
Pelayanan Ambulance Gratis yang di awali pada tahun 2022 sangat bermanfaat terbukti sampai dengan saat ini melayani rata-rata 2 kali permintaan setiap hari.Menurut Mega, data tertinggi layanan ambulan PMI pada tahun 2025. “Kita menangani 741 permintaan,” katanya.
Saat ini, PMI Kota Probolinggo didukung 50 staf tersebar di tiga unit tersebut. Sejak menjabat ketua PMI untuk periode 2021-2026 Mega Guntara, fokus pada perbaikan manajemen, kelengkapan alat kesehatan pada 3 unit serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan.
“PMI Kota Probolinggo akan terus bersinergi dan mendukung program Pemerintah Kota serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat terutama kelompok rentan,” tutup Mega Guntara. (*)
