Malam Petaka Kades Kupal, Terjaring Bersama LC hingga Cap Tikus Terendus Satpol PP Halsel

30 Mei 2026 02:57 30 Mei 2026 02:57

Thumbnail Malam Petaka Kades Kupal, Terjaring Bersama LC hingga Cap Tikus Terendus Satpol PP Halsel

Kepala Bidang Penegak Perda Satpol-PP Halmahera Selatan Irvan Zam Zam sat merazia Kades Kupal Sanusi La Riaga di Kafe (Foto: Humas Satpol Halsel For Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Kepala Desa (Kades) Kupal, Kecamatan Bacan Selatan, Sanusi La Riaga, terjaring razia Satpol PP Halmahera Selatan (Halsel) di Room D Cafe Karaoke Hox, Kota Labuha, Jumat, 29 Mei 2026, sekitar pukul 02.00 dini hari.

Sanusi tidak ditemukan sendirian. Berdasarkan laporan, di dalam room itu terdapat delapan orang, terdiri atas empat laki-laki dan empat perempuan pemandu lagu atau LC. Petugas juga menemukan minuman keras jenis cap tikus di atas meja yang disebut telah dikonsumsi sebagian.

Temuan itu membuat malam Sanusi sulit dibaca sebagai pertemuan biasa. Sebagai kepala desa, ia justru berada di room karaoke pada dini hari, bersama LC dan miras, saat petugas melakukan razia. Apalagi masih dalam suasana Idul Adha.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Halsel, Irvan Zam-zam, membenarkan Sanusi ditemukan di dalam Room D Cafe Hox. Irvan bahkan menyebut Kades Kupal itu sudah dalam kondisi mabuk saat diamankan.

“Iya benar, kami razia dan temukan Kades Kupal Dia sudah mabuk di Room D Cafe Hox. Saya cium mulutnya bau cap tikus,” ujar Irvan, Jumat 29 Mei 2026.

Foto Kantor Desa Dipalang warga Desa Kupal (Foto: Mursal/Ketik.com)Kantor Desa Dipalang warga Desa Kupal (Foto: Mursal/Ketik.com)

Menurut Irvan, petugas tidak hanya menemukan miras di atas meja. Sanusi juga disebut berusaha kabur ketika hendak diamankan ke Pos Satpol PP Halsel.

“Kades Kupal, Sanusi kabur saat razia mau diamankan. Bahkan dia lawan petugas. Padahal sudah diamankan,” jelasnya.

Keterangan Irvan menempatkan Sanusi dalam posisi lain cerita. Ada room karaoke, ada LC, ada cap tikus di atas meja, dan ada pernyataan petugas yang mengaku mencium bau miras dari mulutnya.

Namun, Sanusi memberikan penjelasan berbeda. Ia mengaku datang ke Cafe Hox karena hendak menemui temannya, Salihin, untuk meminjam uang.

“Awalnya saya dengan teman Salihin janjian untuk ketemu, tetapi kebutuhan Salihin berada di Cafe Hox jadi saya datang itu untuk pinjam uang,” kata Sanusi di kutip dari Segmen.co.id.

Sanusi juga membantah dirinya mabuk maupun melakukan perlawanan terhadap petugas. Ia mengklaim baru sekitar lima menit berada di dalam room dan tidak memiliki tujuan untuk masuk ke cafe tersebut.

“Coba cek yang buka room itu teman saya. Saya tidak ada tujuan masuk Cafe. Saya tidak minum jadi saya tidak mabuk. Saya masuk di room itu baru lima menit makanya saya baru berdiri di pintu belum lama Satpol datang,” bantahnya.

Bantahan Sanusi justru berhadapan langsung dengan temuan Satpol PP di lokasi razia. Di satu sisi, ia mengaku hanya datang untuk meminjam uang dan tidak minum. Di sisi lain, petugas menyatakan menemukan dirinya di room karaoke bersama LC dan cap tikus, bahkan dalam kondisi mabuk.

Sanusi kemudian mengaku malam itu menjadi malam yang buruk baginya. Ia menyebut selama menjabat sebagai kepala desa tidak pernah masuk ke cafe.

“Ini malam sial saya sudah, saya selama jadi Kades tidak pernah masuk Cafe,” ujarnya.

Pengakuan itu tidak menghapus temuan petugas. Bagi seorang kepala desa, berada di room karaoke pada dini hari bersama LC dan miras bukan perkara ringan. Kejadian itu menyentuh langsung soal etika, keteladanan, dan wibawa jabatan di hadapan masyarakat.

Buntut temuan Kades Kupal di room karaoke tersebut, warga Desa Kupal memalang kantor desa. Aksi itu menjadi bentuk kekecewaan warga terhadap Sanusi yang dinilai telah mencoreng nama baik desa.

“Bikin malu desa. Ini sama halnya menginjak kepala kami,” teriak warga.

Warga juga mendesak Sanusi segera dicopot dari jabatannya. Menurut mereka, seorang kepala desa semestinya mengurus kebutuhan masyarakat, bukan ditemukan bersama LC dalam razia di tempat hiburan malam.

“Harus segera dicopot. Kepala desa itu urus dan lihat keluhan warga, bukan lihat keluhan ledis,” ujar warga.

 

Tombol Google News

Tags:

Satpol PP Halsel Razia Kamtibmas Sanusi La Riaga Kepala Desa Kupal Terjaring Razia Halmahera Selatan Maluku Utara