KETIK, TULUNGAGUNG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mengawal visi besar Swasembada Pangan Nasional di era Presiden Prabowo Subianto semakin nyata. Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyerahkan secara simbolis satu unit traktor roda empat kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kamis, 12 Februari 2026.
Penyerahan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) ini dibalut dalam suasana khidmat tasyakuran pembukaan lahan sawah di Balai Desa Sanggrahan. Simbol kebangkitan produktivitas tani di wilayah tersebut.
Menuju Modernisasi dan Swasembada
Dalam orasinya, Wakil Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bantuan dari Kementerian Pertanian ini bukan sekadar alat kerja, melainkan instrumen strategis untuk mengakselerasi target swasembada.
"Alhamdulillah, capaian panen Tulungagung tahun 2025 telah melampaui target. Kini, pemerintah hadir memberikan kemudahan akses, mulai dari mekanisasi hingga kepastian stok pupuk, agar grafik produksi kita terus menanjak," tegas Ahmad Baharudin.
Peringatan Keras bagi Penerima Bantuan
Wabup juga memberikan catatan kritis terkait tata kelola bantuan. Ia mengingatkan bahwa amanah ini harus dijaga dengan integritas tinggi.
"Jangan sampai ada pemikiran untuk memperjualbelikan alat ini. Itu pelanggaran hukum berat. Alat ini adalah modal rakyat untuk memastikan tidak boleh ada lagi lahan tidur di Tulungagung. Optimalkan setiap jengkal tanah dengan komoditas bernilai ekonomi tinggi, baik padi, jagung, maupun hortikultura," tambahnya dengan nada lugas.
Sinergi Pemerintah dan Petani
Kepala Desa Sanggrahan, Suwanto, menyambut baik langkah nyata ini. Menurutnya, traktor roda empat adalah jawaban atas tantangan mekanisasi yang selama ini dinanti petani guna meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
Dukungan teknis juga datang dari Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung. Kabid Perlindungan Pangan, Kristina, mensosialisasikan pentingnya keseimbangan ekosistem melalui pengendalian hama biologis, termasuk program konservasi burung hantu untuk menekan populasi hama tikus secara alami.
Dalam sesi diskusi interaktif yang hangat, Wakil Bupati Ahmad Baharudin turun langsung membedah berbagai kendala lapangan yang dihadapi petani secara real-time demi solusi yang tepat sasaran.
Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa dinas secara terbuka mengundang kelompok tani lainnya untuk mengajukan bantuan serupa, asalkan melalui mekanisme formal yang transparan dan sesuai prosedur yang berlaku.
Suasana khidmat menyelimuti penghujung acara saat doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk syukur. Prosesi ditutup dengan penyerahan fisik unit traktor kepada pengurus Gapoktan Desa Sanggrahan. (*)
