Pantai Tiga Warna, Pusat Konservasi Mangrove di Malang Selatan

12 Februari 2026 17:59 12 Feb 2026 17:59

Thumbnail Pantai Tiga Warna, Pusat Konservasi Mangrove di Malang Selatan

Keindahan Pantai Tiga Warna yang berada di Pesisir Malang Selatan. Selain sebagai obyek wisata, Pantai Tiga Warna juga menjadi pusat konservasi mangrove (Foto: Instagram @pantaitigawarna.)

KETIK, MALANG – Gradasi warna laut yang berpadu antara biru tua, hijau, dan biru muda menjadi daya tarik utama Pantai Tiga Warna di kawasan Sendang Biru, Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Berbeda dari pantai lain di pesisir selatan Jawa Timur, pantai ini tak hanya menawarkan panorama indah, tetapi juga sistem pengelolaan wisata berbasis konservasi yang ketat.

Pantai Tiga Warna berada di bawah pengelolaan Clungup Mangrove Conservation (CMC), kawasan konservasi yang berfokus pada pelestarian ekosistem mangrove dan laut. Karena berada di area konservasi, kunjungan wisata ke pantai ini tidak bisa dilakukan secara bebas.

Setiap pengunjung wajib melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum datang. Jumlah wisatawan yang diperbolehkan masuk pun dibatasi setiap hari. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, termasuk terumbu karang dan berbagai biota yang hidup di perairan sekitar pantai.

Tak hanya itu, aturan kebersihan juga diterapkan secara disiplin. Sebelum memasuki kawasan pantai, barang bawaan pengunjung diperiksa dan ditimbang. Saat meninggalkan lokasi, sampah yang dibawa keluar akan dicocokkan dengan berat awal barang bawaan. Jika terdapat selisih, pengunjung dapat dikenai sanksi.

Sistem ini bertujuan menanamkan tanggung jawab kepada wisatawan agar tidak meninggalkan sampah di kawasan konservasi. Pengunjung juga diwajibkan membawa kantong sampah pribadi selama berada di area pantai.

Pengelola kawasan menyebutkan bahwa penerapan aturan ketat ini menjadi kunci tetap terjaganya kebersihan dan kealamian Pantai Tiga Warna. Selain itu, kawasan mangrove di sekitarnya tumbuh subur dan berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi.

Model pengelolaan berbasis konservasi ini juga berdampak pada masyarakat sekitar. Warga setempat dilibatkan sebagai pemandu wisata, petugas konservasi, hingga pengelola kawasan. Dengan demikian, keberadaan wisata tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi lokal.

Pantai Tiga Warna menjadi contoh bahwa pariwisata dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan. Keindahan alam tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kelestariannya, selama ada pengawasan yang konsisten dan kesadaran bersama.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap kawasan pesisir, Pantai Tiga Warna menyampaikan pesan sederhana namun penting: alam yang dijaga dengan disiplin akan tetap indah untuk generasi mendatang. (*)

Tombol Google News

Tags:

pantai Tiga warna Pantai Malang Selatan Clungup Mangrove Conservation

Berita Lainnya oleh Nikken